Jumat, 22 Mei 2026

5 Populer Internasional: Profil Mahmoud Ahmadinejad - Netanyahu dan Trump Cekcok soal Iran

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai calon pemimpin Iran

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai calon pemimpin Iran setelah perang, meski keberadaan Ahmadinejad masih simpang siur. 
  • Hubungan Trump dan Netanyahu memanas karena perbedaan strategi, dengan Israel mendesak serangan militer segera dilanjutkan sementara Trump memilih jalur diplomasi. 
  • Situasi di Selat Hormuz juga tegang setelah IRGC mengawal 26 kapal keluar-masuk jalur vital dunia di tengah blokade AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.

Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai sosok untuk memimpin Iran setelah perang.

Ahmadinejad adalah mantan presiden Iran yang dikenal dengan pandangan garis keras dan kontroversial.

Sementara itu, Trump dan Netanyahu terlibat percakapan telepon tegang terkait strategi menghadapi Iran. Netanyahu mendesak AS melanjutkan serangan militer, sementara Trump memilih menunda operasi.

Berikut berita populer Tribunnews di kanal Internasional.

1. Siapa Mahmoud Ahmadinejad? Kini Terungkap Pilihan Utama Trump untuk Pimpin Iran setelah Perang

Pergantian rezim di Iran menjadi salah satu tujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Pada hari-hari awal serangan tersebut, Trump berulang kali menyarankan agar pemimpin Iran berikutnya harus berasal "dari dalam Iran".

Kini barulah terungkap bahwa Trump memiliki sosok yang sangat spesifik untuk posisi tersebut, yakni Mahmoud Ahmadinejad (69).

Mahmoud Ahmadinejad merupakan mantan presiden Iran yang dikenal karena pandangan garis keras, anti-Israel, dan anti-Amerika.

Rencana tersebut dikembangkan oleh Israel, menurut laporan The New York Times pada Selasa (19/5/2026).

Laporan itu menyiratkan bahwa Ahmadinejad terluka dalam serangan 28 Februari.

Ahmadinejad disebut telah dimintai pendapat mengenai proposal tersebut, tetapi situasi di lapangan dengan cepat menjadi kacau.

Serangan 28 Februari itu dirancang untuk membebaskannya dari tahanan rumah.

Ia selamat dari serangan tersebut, tetapi para pejabat Amerika dan seorang rekan Ahmadinejad mengatakan bahwa insiden itu membuatnya kecewa terhadap rencana perubahan rezim.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved