Iran Vs Amerika Memanas
Biaya Perang AS terhadap Iran Tembus Rp1.500 Triliun, Hampir 3 Kali Lipat dari Perkiraan Awal
Perang AS-Iran menguras anggaran Washington hingga Rp1.500 triliun. Pentagon disebut sempat meremehkan biaya operasi militer.
Ringkasan Berita:
- Biaya perang Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan menembus 85 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.506 triliun.
- Pentagon sempat meremehkan biaya perang yang kini hampir tiga kali lebih besar dibanding perkiraan awal.
- Pengeluaran militer membengkak akibat penggunaan amunisi, kerusakan drone tempur, hingga operasi perang berkepanjangan di Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM - Biaya perang Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dilaporkan melonjak tajam hingga melampaui 85 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp1.506 triliun.
Nilai tersebut dihitung menggunakan kurs terbaru dolar AS terhadap rupiah yang berada di kisaran Rp17.723 per USD pada Kamis (21/5/2026).
Lonjakan pengeluaran militer itu terjadi setelah perang memasuki hari ke-79 dan memicu tekanan besar terhadap anggaran pertahanan Amerika Serikat.
Dilansir Al Mayadeen mengutip Tass, angka tersebut berasal dari Iran War Cost Tracker, sebuah pelacak biaya perang berbasis data Pentagon dan Kongres AS.
Data itu menunjukkan Washington menghabiskan sekitar 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama operasi militer di Asia Barat.
Pemerintah AS kemudian disebut terus mengalokasikan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS setiap hari selama perang berlangsung.
Jika dihitung dengan kurs terbaru, pengeluaran harian perang tersebut setara sekitar Rp17,7 triliun per hari.
Pentagon Disebut Meremehkan Biaya Perang
Biaya terbaru perang AS-Iran kini hampir tiga kali lebih besar dibanding estimasi awal Pentagon.
Baca juga: Biaya Perang Iran Tembus Rp434 T, Menhan AS: Demi Keselamatan Rakyat Amerika!
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Asisten Menteri Angkatan Darat AS untuk Manajemen Keuangan, Jules Hurst, menyebut biaya operasi militer terhadap Iran berada di kisaran 29 miliar dolar AS.
Namun laporan CBS News mengungkap biaya sebenarnya jauh lebih besar.
Media tersebut melaporkan sejumlah pejabat internal Pentagon mengakui perhitungan awal belum memasukkan kerusakan alat utama sistem persenjataan, biaya penggantian amunisi, serta perbaikan instalasi militer AS.
“Sebagian besar kesenjangan biaya berasal dari amunisi yang telah digunakan dan harus segera diganti,” tulis CBS News dalam laporannya.
Selain itu, perang juga menyebabkan hilangnya puluhan drone tempur canggih MQ-9 Reaper milik AS.
Sebanyak 24 unit drone MQ-9 Reaper dilaporkan hancur selama operasi militer berlangsung.