Breaking News:

Virus Corona

Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik V Dibanderol Rp 300 Ribu dan Gratis untuk Warga Negara

Vaksin Sputnik V COVID-19 dari Rusia dibanderol sekira Rp 300 ribu per orang di pasar internasional dan akan disediakan gratis untuk warga Rusia.

Hyderus.com
Pemerintah Rusia mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). Vaksin Sputnik V COVID-19 dari Rusia dibanderol sekira Rp 300 ribu per orang di pasar internasional dan akan disediakan gratis untuk warga Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM - Vaksin Sputnik V COVID-19 dari Rusia dibanderol sekira Rp 300 ribu per orang di pasar internasional.

Menurut pernyataan di akun resmi Sputnik V, vaksin Covid-19 tersebut akan disediakan gratis untuk warga Rusia.

Kirill Dmitriev, Kepala Dana Kekayaan Kedaulatan RDIF Rusia buka suara soal hal ini.

Dmitriev pada Selasa (24/11/2020) mengatakan kepada kantor berita Reuters, Sputnik V akan dihargai lebih rendah daripada saingan dengan tingkat kemanjuran yang sama.

Baca juga: Menteri BUMN Bakal Jamin Kerahasiaan Data-data Penerima Vaksin Covid-19

Baca juga: Ahli Epidemologi Ingatkan Pemerintah Agar Waspada Munculnya Vaksin Covid-19 Ilegal

Pemerintah Rusia mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). Vaksin Sputnik V COVID-19 dari Rusia dibanderol sekira Rp 300 ribu per orang di pasar internasional.
Pemerintah Rusia mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). Vaksin Sputnik V COVID-19 dari Rusia dibanderol sekira Rp 300 ribu per orang di pasar internasional. (Hyderus.com)

Mengutip Al Jazeera, dia berbicara setelah RDIF dan Pusat Nasional Gamaleya.

Dmitriev memaparkan, data uji klinis baru berdasarkan 39 kasus yang dikonfirmasi dan 18.794 pasien yang mendapat dua suntikan, menunjukkan Sputnik V efektif 91,4 persen pada hari ke-28.

Lebih dari 95 persen efektif pada hari ke-42.

Pengumuman itu datang ketika beberapa pembuat obat mengungkap data sementara yang positif dalam perlombaan ilmiah untuk mengekang pandemi global.

Grup obat-obatan Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford, yang telah berjanji tidak akan mendapatkan keuntungan dari vaksin selama pandemi.

Tetapi, perusahaan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah dan organisasi kesehatan internasional yang menetapkan biayanya sekira 2,50 dolar Amerika per dosis.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved