Kelompok Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Penting  

Kesepakatan tertulis dicapai setelah 19 tahun perang berkecamuk di Afghanistan. Pemerintah Afghanistan dan Taliban sepakat menegosiasikan perdamaian.

Kompas.com/AFP
Para anggota Taliban Pakistan di Akora Khattak pada 17 Februari 2014 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Perwakilan pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Ini merupakan kesepakatan tertulis pertama mereka di antara mereka selama 19 tahun perang berkecamuk di Afghanistan.

Kesepakatan dicapai Rabu (2/12/2020) itu menjabarkan jalan ke depan yang akan dilanjutkan diskusi lebih intensif di antara para pihak.

Ini terobosan karena akan memungkinkan para negosiator beralih ke masalah yang lebih substantif, termasuk pembicaraan gencatan senjata.

"Prosedur pembukaan negosiasi telah diselesaikan dan mulai sekarang, negosiasi dimulai sesuai agenda," kata Nader Nadery, anggota tim negosiasi pemerintah Afghanistan, kepada Reuters.

Juru bicara Taliban mengkonfirmasi hal yang sama di Twitter. "Sebuah komite kerja bersama ditugaskan untuk menyiapkan rancangan topik untuk agenda (pembicaraan damai)," kata pernyataan bersama dari kedua belah pihak.

Juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi, mengatakan di Twitter, menjelaskan lebih lanjut soal ini.

"(Perjanjian) adalah langkah maju untuk memulai negosiasi tentang masalah utama, termasuk gencatan senjata komprehensif sebagai tuntutan utama rakyat Afghanistan," cuitnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengucapkan selamat kepada kedua belah pihak atas ketekunan dan kemauan mereka menemukan kesamaan di antara jurang perbedaan.

Ia menambahkan Amerika Serikat akan bekerja keras dengan semua pihak dalam mengejar pengurangan kekerasan dan gencatan senjata yang serius.

Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, mengatakan kedua belah pihak telah menyetujui perjanjian sepanjang tiga halaman itu.

Isi perjanjian awal itu mengatur aturan dan prosedur untuk negosiasi mereka pada peta jalan politik dan gencatan senjata yang komprehensif.

Batu Loncatan Menuju Perdamaian Permanen

Kesepakatan itu muncul setelah diskusi berbulan-bulan di Doha, ibu kota Qatar, dalam negosiasi yang didorong AS.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved