Drone AS yang Bunuh Jenderal Qassem Soleimani Diberi Izin Terbang oleh Otoritas Irak
Jenderal Qassem Soleimani dari Iran, terbunuh di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Pembunuhan terjadi atas perintah Presiden AS Donald Trump.
Otoritas keamanan Iran menyatakan, senjata yang dipakai untuk membunuh Fakhrizadeh dibuat di Israel. Sementara pembunuhan itu tidak meninggalkan jejak manusia di lokasi kejadian.
Tembakan senapan mesin dikontrol dari jarak jauh, yang senjatanya dipasang di sebuah mobil sedan Nissan, yang hancur oleh bom setelah operasi berlangsung.
Ketegangan AS dan Negara-negara Teluk menghadapi Iran kian meningkat ditandai kehadiran dua pengebom strategis B-52.
Dua pesawat raksasa terbang dari pangkalan AS ke Timur Tengah, dalam sebuah langkah yang dianggap sebagai unjuk kekuatan dan gerakan menakut-nakuti Iran.
Komando Pusat AS memastikan kedua pembom tersebut terbang di wilayah tanggung jawabnya, dikawal pesawat “mitra regional” sebagai bagian dari misi kedua selama dua bulan terakhir.
Mitra regional yang mengawal dua bomber strategis itu ternyata armada tempur udara Kerajaan Saudi Arabia.
The New York Times mengutip pejabat Pentagon, mengabarkan dua pesawat yang mampu membawa bom nuklir meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, Rabu (9/12/2020).
Mereka menjalankan misi di Timur Tengah sepanjang Kamis, lalu kembali ke pangkalan mereka. Menurut pejabat Pentagon, misi tersebut bertujuan mencegah Iran mengambil tindakan agresif di Timur Tengah.
Sumber lain menyatakan misi tersebut berlangsung selama 36 jam, termasuk penerbangan kedua pesawat melintasi Samudra Atlantik dan Eropa, kemudian terbang di atas Semenanjung Arab dan Teluk Persia.
Pesawat melakukan terbang memutar di dekat Qatar, sambil tetap berada pada jarak yang aman dari pantai Iran.
Komandan Komando Pusat, Jenderal Frank McKenzie, yang merupakan panglima tertinggi pasukan AS di Timur Tengah, menyatakan misi tersebut berlangsung singkat.
Penerbangan itu juga bagian upaya AS meyakinkan mitra regionalnya, dan usaha memeriksa kemampuan pengerahan pasukan tempur secara cepat di mana pun di dunia.(Tribunnews.com/AMN/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/qassem-dan-trump-nih2_20180728_104414.jpg)