Putra Pendiri Mango Ditangkap atas Kematian Ayahnya, Sengketa Bisnis Keluarga Jadi Sorotan
Jonathan Andic, putra pendiri Mango Isak Andic, ditangkap di Spanyol terkait penyelidikan baru atas kematian sang ayah pada 2024.
Ringkasan Berita:
- Jonathan Andic, putra pendiri Mango Isak Andic, ditangkap di Spanyol terkait penyelidikan baru atas kematian sang ayah pada 2024.
- Kasus yang awalnya dianggap kecelakaan kini diselidiki sebagai dugaan pembunuhan.
- Sengketa bisnis keluarga dan perebutan kendali perusahaan ikut menjadi perhatian publik.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus kematian pendiri perusahaan mode Mango, Isak Andic, kembali menjadi perhatian internasional.
Terkini, putranya sendiri, Jonathan Andic, ditangkap dalam penyelidikan baru di Spanyol.
Dikutip dari CNN, Jonathan Andic ditahan pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat terkait kematian ayahnya yang terjadi saat pendakian di kawasan pegunungan dekat Barcelona pada Desember 2024.
Isak Andic diketahui tewas setelah jatuh ke jurang sedalam sekitar 150 meter ketika mendaki bersama Jonathan.
Kasus Dibuka Kembali
Associated Press melaporkan polisi sempat menutup kasus tersebut karena dianggap sebagai kecelakaan.
Namun, penyelidikan dibuka kembali pada Maret 2025 setelah muncul perkembangan baru.
“Kasus ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan pembunuhan,” demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Barcelona yang dikutip CNN.
Jonathan Andic yang kini menjabat wakil ketua Mango menjadi satu-satunya saksi dalam insiden tersebut.
Pengadilan di Martorell, Spanyol, menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar yang langsung dibayarkan pihak Jonathan.
Selain itu, hakim juga memerintahkan Jonathan menyerahkan paspor dan wajib melapor setiap pekan.
Baca juga: Tren Fashion Musim Panas 2026: Saat Gaya Klasik Bertemu Tekstur Anyaman yang Playful
Konflik Bisnis Ayah dan Anak
New York Post melaporkan hubungan Jonathan dan Isak Andic sempat memanas akibat persoalan bisnis keluarga.
Jonathan pernah dipercaya menjadi CEO Mango pada 2012 ketika sang ayah pensiun dari operasional perusahaan.
Namun, media Spanyol El Pais menyebut keputusan Jonathan menunjuk pihak luar sebagai direktur keuangan menyebabkan perusahaan merugi hingga sekitar 116 juta dolar AS dalam tiga tahun.
Situasi tersebut membuat Isak kembali turun tangan memimpin Mango sebelum akhirnya mencopot Jonathan dari jabatan CEO pada 2020.