Breaking News:

Virus Corona Jenis Baru Ditemukan pada Lebih dari 1.000 Kasus di Inggris, Ini Penjelasan WHO

Varian baru virus corona penyebab penyakit Covid-19 ditemukan di lebih dari 1.000 kasus infeksi di Inggris.

AFP/JANE BARLOW
FOTO HANYALAH ILUSTRASI -- Teknisi pendukung klinis Douglas Condie mengekstrak virus dari sampel swab sehingga struktur genetik virus dapat dianalisis dan diidentifikasi di laboratorium pengujian coronavirus di Glasgow Royal Infirmary, Glasgow, Inggris Raya. Rabu (19/02/2020). (Jane Barlow/POOL/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Varian baru virus corona penyebab penyakit Covid-19 ditemukan di lebih dari 1.000 kasus infeksi di Inggris.

Dikutip TribunPalu.com dari laman Al Jazeera, pemerintah Inggris mengatakan varian baru virus tersebut dapat menimbulkan lonjakan kasus infeksi yang tinggi.

Sementara, otoritas setempat juga memberlakukan pembatasan sosial level tertinggi di London dan wilayah sekitarnya untuk menekan penularan Covid-19.

Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan strain baru virus corona tersebut menimbulkan penyakit yang lebih parah atau tidak terpengaruh oleh vaksin Covid-19.

Meski begitu, pada Senin (14/12/2020) kemarin, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, strain baru itu masih dapat berkontribusi terhadap tingginya tingkat penularan.

"Dalam satu pekan lalu, kita telah melihat peningkatan eksponensial penularan virus yang sangat tajam di London, Kent, sebagian Essex, dan Hertfordshire," kata Matt Hancock kepada Dewan Rakyat Inggris dalam sebuah pernyataan.

"Kita belum tahu, sampai mana peningkatan ini disebabkan oleh varian baru virus corona. Namun, apa pun penyebabnya, kita harus mengambil tindakan tegas yang cepat," lanjutnya.

Baca juga: ILC di TV One Berhenti Tayang, Karni Ilyas Sebut Malam Ini akan Jadi Episode Terakhir

Baca juga: KSPI Ancam Adakan Mogok Kerja Nasional jika Ada Kejanggalan Uji Materi UU Cipta Kerja di MK

Baca juga: Omnibus Law Keamanan Laut, Mahfud MD: Sekarang Sudah Ada di Meja Presiden Jokowi

Matt Hancock juga mengumumkan pemberlakuan pembatasan Tingkat Tiga di Ibu Kota Inggris dan sekitarnya mulai Rabu (16/12/2020) besok.

Pakar darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya strain baru virus corona yang dilaporkan di Inggris.

Kini, WHO bekerja sama dengan Inggris dan otoritas kesehatan lainnya untuk menilai apakah mutasi yang dilaporkan itu mengubah perilaku virus.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Sumber: Tribun Palu
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved