Jumat, 29 Agustus 2025

Kapsul China Pembawa Sampel Batu dari Bulan Mendarat Mulus di Mongolia

China berencana membuat stasiun luar angkasa permanen pada 2022, dan selanjutnya mengirimkan misi berawak ke bulan.

YOUTUBE.COM/NASA
LAPAN: ISS, Stasiun Luar Angkasa Dapat Dilihat di Langit Indonesia Setelah Subuh hingga 21 Mei 

Ketika berada sekitar 10 km di atas tanah, sebuah parasut terbuka dan mendarat dengan mulus, setelah itu tim pencari menemukannya.

Ini adalah upaya pertama untuk mengumpulkan sampel semacam itu sejak misi Luna 24 Uni Soviet pada tahun 1976.

Di bawah Presiden Xi Jinping, impian China mengeksplorasi luar angkasa telah disusun rapi. China berharap memiliki stasiun luar angkasa berawak pada 2022, dan akhirnya mengirim manusia ke bulan.

China meluncurkan satelit pertamanya pada 1970, sementara penerbangan luar angkasa manusia membutuhkan waktu beberapa dekade lebih lama.

Yang Liwei menjadi "taikonaut" pertama negara itu pada tahun 2003. Sebuah penjelajah bulan Tiongkok mendarat di sisi terjauh bulan pada Januari 2019.

Ini mendorong Beijing mewujudkan mimpinya menjadi negara adidaya luar angkasa. China juga mengembangkan penyelidikan terbaru yang ambisius.

Termasuk menciptakan roket kuat yang mampu mengirimkan muatan lebih berat daripada yang dapat ditangani oleh NASA dan perusahaan roket swasta SpaceX.

China juga berkeinginan menciptakan pangkalan bulan, stasiun luar angkasa berawak permanen, dan penjelajah Mars.(Tribunnews.com/Aljazeera/AFP/xna)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan