Regulator penerbangan Eropa sebut pesawat Boeing 737 Max 'aman untuk terbang'
Direktur Eksekutif Patrick Ky mengatakan organisasinya "tidak membiarkan satu hal pun terlewatkan" dalam pemeriksaan terhadap pesawat yang terlibat
Kepala badan keselamatan penerbangan Eropa (EASA) mengatakan kepada BBC bahwa dia "yakin" Boeing 737 Max kini aman untuk terbang.
Direktur Eksekutif Patrick Ky mengatakan organisasinya "tidak membiarkan satu hal pun terlewatkan" dalam tinjauannya terhadap pesawat tersebut dan analisis perubahan desain dari pembuatnya.
Boeing 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia pada Maret 2019.
Larangan itu diberlakukan setelah pesawat Boeing 737 Max mengalami dua kecelakaan fatal, di Indonesia dan Etiopia, yang menewaskan total 346 orang.
Pesawat Boeing 737 Max telah mendapat izin untuk melanjutkan penerbangan di AS dan Brasil.
EASA diperkirakan memberi izin penggunaan kembali di Eropa pada pertengahan Januari.
Kecelakaan pertama pesawat itu terjadi pada Oktober 2018, ketika pesawat milik Lion Air jatuh di Laut Jawa, Indonesia.
Kecelakaan kedua melibatkan versi Ethiopian Airlines yang jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, empat bulan kemudian.
Perangkat lunak baru
Dua kecelakaan tersebut dikaitkan dengan kecacatan pada program kontrol penerbangan, yang aktif pada saat yang salah dan mendorong pesawat untuk mengarah ke bawah.
Sejak kecelakaan Etiopia, EASA telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada desain 737 Max, yang berlangsung terpisah dari proses serupa yang dilakukan regulator AS, Federal Aviation Administration (FAA).
Pemeriksaan itu, kata Ky, menilik lebih jauh dari penyebab langsung dua kecelakaan dan modifikasi yang diusulkan oleh Boeing.
"Kami beranjak lebih jauh dan memeriksa semua kontrol penerbangan, semua mesin dalam pesawat," ia menjelaskan.
Tujuannya, ujarnya, memeriksa apapun yang dapat menyebabkan kesalahan kritis.
Supaya bisa kembali digunakan, pesawat-pesawat yang ada perlu dilengkapi dengan program komputer terbaru, serta melalui perbaikan sistem kabel dan instrumentasi kokpit.
'Yakin' aman