Virus Corona

Jepang Antisipasi Meningkatnya Jumlah Sampah di Akhir Tahun akibat Pandemi Covid-19

Pejabat dinas kebersihan Jepang mulai menambah jumlah staf di fasilitas penampungan sampah di Jepang, khususnya di Kota Gifu.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sampah di pinggir jalan di Jepang, menanti kedatangan tukang sampah. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah sampah di Jepang diperkirakan akan meningkat di akhir tahun ini seiring banyaknya warga yang menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru di rumah saja karena penyebaran infeksi virus corona.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya biasanya di akhir tahun kami melakukan pembersihan umum. Sampah-sampah pun yang tidak perlu mulai dibuang," papar Ayako Kinosaki di Tokyo kepada Tribunnews.com, Minggu (27/12/2020).

Pejabat dinas kebersihan Jepang mulai menambah jumlah staf di fasilitas penampungan sampah di Jepang, khususnya di Kota Gifu.

Setiap tahun di Kota Gifu, jumlah orang yang membawa sampah berukuran besar dari general cleaning ke fasilitas jinjing meningkat di akhir tahun.

Baca juga: 15 Masinis Terinfeksi Covid-19, KA Bawah Tanah di Toei Oedo Jepang Hanya Beroperasi 70 Persen

Dengan demikian diasumsikan lebih banyak orang akan menghabiskan akhir tahun dan tahun baru di rumah, dan jumlah sampah akan meningkat.

Oleh karena itu, pada tanggal 26 dan 27 Desember "Fasilitas Impor Sendiri Northwest" di Gifu yang menerima sampah berukuran besar telah menambah jumlah staf menjadi 18 orang, yaitu tiga kali lipat dari jumlah normal.

Pada tanggal 26 Desember kemarin, mobil-mobil berkunjung sepanjang waktu dari awal penerimaan pada jam 9 pagi, dan perabotan seperti sofa dan peralatan rumah tangga seperti oven dan microwave dibawa masuk satu per satu ke dalam fasilitas pembuangan sampah itu.

Sampah di pinggir jalan di Jepang, menanti kedatangan tukang sampah.
Sampah di pinggir jalan di Jepang, menanti kedatangan tukang sampah. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Seorang wanita berusia 40-an di Kota Gifu yang membawa sampah berukuran besar berkata, "Karena tidak keluar, saya membersihkan rumah saya beberapa kali."

Kazunobu Yoshimura, Kepala Divisi Urusan Lingkungan Kota Gifu, mengatakan, "Banyak orang menahan diri untuk tidak ke luar rumah karena pengaruh virus coronau, dan jumlah sampah yang terlalu besar meningkat terutama pada bulan Mei, ketika ada hari libur berturut-turut."

Kota Gifu akan menerima sampah yang sangat besar hingga tanggal 28 Desember besok.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved