Breaking News:

Virus Corona

Jurnalis China Dipenjara 4 Tahun karena Liput Kondisi Wabah Corona di Wuhan

Seorang jurnalis independen atau jurnalis warga di China dipenjara 4 tahun karena meliput kondisi pandemi di Wuhan.

SCMP/Jun Mai
Beberapa pasien yang terinfeksi dirawat di RS Jinyintan, Wuhan. 

Zhang adalah jurnalis warga pertama yang dihukum karena perannya dalam melaporkan pandemi virus corona.

Zhang Zhan yang Pertama, Namun Bukanlah Satu-satunya

Zhang sejatinya bukan satu-satunya jurnalis yang ditindak polisi atau tiba-tiba menghilang sejak awal pandemi.

Di awal Covid-19 menyerang China, pemerintah Beijing aktif menekan liputan dan saluran media berisi propaganda yang mengulas pandemi.

Pada Februari, Chen Qiushi yang melakukan video streaming dari Wuhan selama penguncian kota serta memposting laporan di media sosial menghilang.

Pada September, dia dilaporkan berada di bawah pengawasan negara.

Dua jurnalis independen lainnya, Li Zehua dan Fang Bin juga ditahan menyusul liputan mereka tentang wabah Wuhan.

"Dengan kedok memerangi virus korona baru, pihak berwenang di China telah meningkatkan penindasan secara online dengan memblokir pelaporan independen, berbagi informasi, dan komentar kritis atas tanggapan pemerintah," kata Pembela Hak Asasi Manusia China, kelompok yang berbasis di Hong Kong.

Baca juga: Brasil dan Turki Umumkan Hasil Uji Coba Vaksin Sinovac Buatan China, Ini Hasilnya

Baca juga: WHO Kirim 10 Ilmuwan Internasional ke China untuk Selidiki Asal-usul Virus Corona di Wuhan

Kondisi Kota Wuhan tanggal 25 Januari 2020
Kondisi Kota Wuhan tanggal 25 Januari 2020 (https://twitter.com/ylchaniago)

China adalah penjara jurnalis terbesar di dunia, menurut Reporters Without Borders (RSF).

Negara ini sangat ketat mengontrol pers dalam negeri sambil memblokir sebagian besar media asing melalui Great Firewall, alat sensor dan pengawasan online yang luas.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved