Breaking News:

Carlos Ghosn, Buronan Mantan Bos Nissan Jepang Pernah Menawarkan Pakai Gelang Elektronik

Hari ini tepat satu tahun mantan Chairman Nissan Jepang, Carlos Ghosn kabur dari Jepang dengan menggunakan pesawat jet pribadi dari Bandara Kansai.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pelukis (ilustrator) resmi pengadilan, Ishii, menggambar wajah Ghosn saat bersaksi, Selasa (8/1/2019) pagi di Pengadilan Tokyo. Wartawan tidak boleh mengambil foto apa pun saat Ghosn bersaksi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rabu (30/12/2020) hari ini tepat satu tahun mantan Chairman Nissan Jepang, Carlos Ghosn kabur dari Jepang dengan menggunakan pesawat jet pribadi dari Bandara Kansai Osaka.

Drama pelarian terus memberikan pengaruh besar di Jepang.

Salah satu dampaknya, Kementerian Kehakiman Jepang telah mulai meninjau sistem bailout Jepang, membahas kemungkinan memasang peralatan pengawasan elektronik, dan bertujuan untuk tindakan yang lebih ketat kepada tersangka.

"Ironisnya, Ghosn sendiri pernah menawarkan untuk memakai gelang elektronik saat mengajukan bailout, namun ditolak karena tidak ada aturan hukum yang berlaku," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (30/12/2020).

Mantan Chairman Nissan Jepang, Carlos Ghosn sedang membawa obor olimpiade di Brazil.
Mantan Chairman Nissan Jepang, Carlos Ghosn sedang membawa obor olimpiade di Brazil. (Foto Asahi)

Gelang elektronik dipasang dengan tujuan agar mudah dideteksi dan atau dimonitor keberadaannya.

Ada juga perselisihan tentang sistem peradilan Jepang.

Ada kritik bahwa "keadilan sandera" sedang dilakukan untuk memaksakan penahanan jangka panjang pada tersangka guna mendapatkan pengakuan sebelum dakwaan.

Jaksa penuntut dapat menahan tersangka hingga 23 hari untuk satu kecurigaan, selama itu dia dapat diinterogasi tanpa pengacara.

"Hal tersebut dianggap pengacara Ghosn akan sangat membahayakan posisi tersangka," ungkap Megumi Wada, mantan anggota tim pembela Ghosn.

Baca juga: Carlos Ghosn Minta Nissan Jepang Mencabut Tuntutan Ganti Rugi 10 Miliar Yen

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved