Jumat, 1 Mei 2026

China Tegas Peringatkan Taiwan Kemerdekaan Berarti Perang

Otoritas China mengatakan Angkatan bersenjatanya melakukan itu sebagai tanggapan terhadap provokasi dan campur tangan asing.

Tayang:
Cnn/maps
Ilustrasi Taiwan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING -- China menegaskan kepada Taiwan bahwa kemerdekaan berarti perang.

Peringatan ini disampaikan China untuk memperingatkan Taiwan setelah baru-baru ini meningkatkan kegiatan militernya.

Otoritas China mengatakan Angkatan bersenjatanya melakukan itu sebagai tanggapan terhadap provokasi dan campur tangan asing.

Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya, melaporkan beberapa jet tempur dan pesawat pembom China memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat dayanya akhir pekan lalu.

Baca juga: Koma 4 Bulan di Taiwan, Pekerja Migran Indonesia Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati

Itu mendorong Amerika Serikat (AS) untuk mendesak Beijing berhenti menekan Taiwan.

China percaya bahwa pemerintahan Taiwan yang dipilih secara demokratis sedang membawa negara itu menuju deklarasi kemerdekaan formal. Meskipun Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah berulang kali mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka.

Ditanya pada konfensi pers bulanan tentang kegiatan angkatan udara baru-baru ini, juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian mengatakan Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari China.

Baca juga: 15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba di Jakarta, Hasil Kerja Sama Saling Menguntungkan RI - Tiongkok

"Kegiatan militer yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok di Selat Taiwan diperlukan sebagai tindakan untuk mengatasi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional," katanya.

"Semuanya itu adalah respons terhadap campur tangan eksternal dan provokasi oleh pasukan 'kemerdekaan Taiwan'," tambahnya.

Wu mengatakan "segelintir" orang di Taiwan sedang mencari kemerdekaan negara itu.

"Kami memperingatkan elemen-elemen 'kemerdekaan Taiwan': mereka yang bermain dengan api akan membakar diri mereka sendiri, dan 'kemerdekaan Taiwan' berarti perang," tegasnya.

Baca juga: 1,8 juta Vaksin Sinovac dari Tiongkok Dijadwalkan Tiba di RI Sebelum Malam Pergantian Tahun

Sementara China tidak pernah melepaskan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Tidak biasa bagi Beijing membuat ancaman konflik verbal yang berlebihan.

Ditanya tentang ucapan itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan tidak ada alasan bahwa ketegangan antara China dan Taiwan "perlu mengarah pada sesuatu seperti konfrontasi atau perang."

Dia juga menegaskan kembali dukungan militer AS yang sudah berlangsung lama terhadap pertahanan Taiwan.

"Kami memiliki kewajiban untuk membantu Taiwan dengan pertahanan mereka dan saya pikir Anda akan melihat itu berlanjut," kata Kirby, seorang pensiunan laksamana, dalam pengarahan Pentagon pertama tentang pemerintahan Biden.

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan China harus berpikir dengan hati-hati dan tidak meremehkan tekad pulau itu untuk mempertahankan kedaulatannya dan menegakkan kebebasan serta demokrasi.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan enam pesawat angkatan udara China, termasuk empat jet tempur J-10, terbang ke zona pertahanan udaranya pada hari Kamis laly, dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di bagia atas Laut China Selatan.

Serangan China akhir pekan bertepatan dengan sekelompok kapal induk AS memasuki Laut Cina Selatan yang disengketakan untuk mempromosikan "kebebasan laut".

China secara rutin menggambarkan Taiwan sebagai isu yang paling penting dan sensitif dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

Pemerintahan Presiden Joe Biden, yang menjabat selama seminggu, telah menegaskan kembali komitmennya terhadap Taiwan sebagai "batuan yang solid."

Taiwan telah mengecam ancaman dan upaya China dalam intimidasi, dan Tsai telah berjanji akan mempertahankan kemerdekaan negara itu dan tidak boleh diganggu.(Reuters/BBC)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved