Breaking News:

Krisis Myanmar

Kuasai Pemerintahan, Militer Myanmar Blokir Sementara Jaringan Media Sosial

Militer telah memerintahkan perusahaan telekomunikasi lokal untuk memblokir jejaring sosial Facebook, Instagram serta WhatsApp.

STRINGER / AFP
Tentara berjaga di jalan yang diblokade menuju parlemen Myanmar di Naypyidaw pada 1 Februari 2021, setelah militer menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

TRIBUNNEWS.COM, NAYPYITAW - Militer Myanmar yang juga disebut Tatmadaw, telah memerintahkan perusahaan telekomunikasi lokal untuk memblokir jejaring sosial Facebook, Instagram serta WhatsApp.

Mereka menggunakan alasan masalah keamanan untuk bisa memblokir akses ke media sosial itu, di tengah kondisi darurat yang terjadi di negara itu.

Tatmadaw mengumumkan kondisi darurat satu tahun, setelah menahan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint serta politisi terkemuka lainnya yang berasal dari partai penguasa.

Penahanan tersebut dilakukan setelah dilakukannya serangkaian penggerebekan pada awal pekan ini.

Baca juga: Kecam Kudeta Militer di Myanmar, Inggris Nilai Kemenangan Partai Aung San Suu Kyi Sah

Kudeta militer ini menyusul semakin meningkatnya ketegangan antara militer dengan pemerintah Myanmar.

Hal itu karena militer menuding partai penguasa yakni Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi melakukan penipuan pemilih dalam pemilihan umum pada November 2020, yang menghasilkan kemenangan bagi Suu Kyi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (4/2/2021), Kementerian Komunikasi dan Informasi negara itu pada hari Kamis waktu setempat menyatakan bahwa akses ke Facebook akan diblokir hingga 7 Februari mendatang.

"Saat ini ada pihak yang mungkin akan mengganggu stabilitas negara, menyebarkan berita palsu dan informasi yang salah serta menyebabkan kesalahpahaman saat mereka menggunakan Facebook," kata seorang Juru bicara Facebook mengkonfirmasi bahwa akses ke jejaring sosial itu saat ini terganggu untuk beberapa pihak.

Raksasa teknologi ini pun meminta pemerintah Myanmar untuk kembali membuka akses internet agar masyarakat bisa memperoleh informasi penting.

"Kami mendesak pihak berwenang untuk memulihkan konektivitas sehingga orang-orang di Myanmar dapat berkomunikasi dengan keluarga dan teman mereka serta mengakses informasi penting," jelas Juru bicara tersebut.

Halaman
12
Penulis: Firda Fitri Yanda
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved