Breaking News:

Penanganan Covid

Michiko Ueda: Pemerintah Jepang Perlu Buka Analisis Sains Soal Vaksinasi Covid-19

Saat ini komunikasi sosial pemerintah dengan masyarakat minim sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga menjadi berkurang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Michiko Ueda, Associate Profesor Sains Politik Ekonomi Universitas Waseda. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Jepang kini semakin berkurang, terutama mengenai vaksinasi Covid-19 karena tidak membuka analisis sains mengenai vaksinasi dan dampaknya.

"Pemerintah Jepang perlu membuka data analisis mengenai vaksinasi khususnya mengenai dampak dari penyuntikan vaksinasi. Jangan hanya mengumumkan saja sehingga kepercayaan masyarakat Jepang kini berkurang kepada pemerintah," papar Michiko Ueda, Associate Profesor Sains Politik Ekonomi Universitas Waseda, Jumat (5/2/2021).

Michiko Ueda mengatakan saat ini komunikasi sosial pemerintah dengan masyarakat minim sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga menjadi berkurang.

"Keterbukaan data akhirnya diungkap oleh beberapa ahli penyakit menular kepada masyarakat dan hal itu perlu lebih banyak lagi untuk memotivasi dan memberikan rasa percaya diri nyaman sebelum dilakukan vaksinasi," kata dia.

Baca juga: Pembuat Cokelat Jepang Impor dari Sulawesi Alami Penurunan Penjualan 80%

Baca juga: Kemendikbud: Program SMK-D2 Fast Track Gabungkan Konsep Jerman dan Jepang

Dengan kurangnya data saintifik yang diungkap pemerintah saat ini, perasaan tidak nyaman masyarakat menjadi semakin tinggi dan merasa khawatir untuk divaksinasi.

Selain itu Ueda juga mengungkapkan mengenai anak sekokah dasar yang bunuh diri di masa lalu.

"Kebanyakan mereka karena dibully di sekolahnya sehingga bunuh diri meskipun masih sekokah dasar. Namun kini saat pandemi tampaknya tidak terdengar karena banyak waktu orang tua berada di rumah sehingga dapat mengawasi anak lebih baik lagi," papar Ueda.

Di Jepang saat ini lebih banyak wanita yang bunuh diri ketimbang pria karena kesulitan ekonomi, stres dan banyak kasus bunuh diri di rumahnya.

Selain itu bunuh diri di kalangan lansia juga banyak terjadi karena berbagai hal termasuk karena sakit, stres dan bunuh diri.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved