Breaking News:

Penjualan Cokelat di Jepang Menurun Jelang Valentine, Kini Marak Penjualan Secara Online

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini penjualan cokelat di beberapa tempat turun 50 persen.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Seorang wanita sedang melihat berbagai cokelat Valentine di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Istilah Valentine Remokatsu saat ini tengah populer di Jepang. Karena tak bisa ke luar rumah dalam masa darurat Covid-19, maka pemberian cokelat kepada pasangan atau sahabat kini dilakukan via online.

"Para anak muda memang sudah umum untuk mengirimkan cokelat valentine kepada pria yang disukainya dan juga untuk menjalin persahabatan yang lebih baik. Maka tak heran di zaman pandemi tetap dilakukan, namun kalau tak bisa bertemu maka dilakukan pengiriman cokelat bukan disampaikan sendiri seperti tahun sebelumnya," kata Hajime Matsumoto (50), kritikus Pendidikan Jepang.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini penjualan cokelat di beberapa tempat turun 50 persen seperti disebutkan Ezawa dari toko Mamano Chocolate di Akasakamitsuke.

"Penjualan Kita turun 50 persen akibat pandemi corona ini jadi harus mencari upaya dan ide baru untuk meningkatkan penjualan dan saatnya kini menjual cokelat Valentine sebaik mungkin," papar Ezawa, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Ucapan Selamat Hari Valentine 14 Februari 2021, Cocok Dikirimkan ke Pasangan dan Orang Terkasihmu

Baca juga: 3 Zodiak yang Bernasib Buruk di Hari Valentine, Pisces Salah Satunya Apakah Kamu Termasuk?

Menurut data dari Asosiasi Perayaan Hari Jepang (Nihon Kinnenbi Kyokai), penjualan cokelat yang berharga sekitar 1.050 yen menurun sedikitnya 20 persen dibandingkan sebelum masa pandemi corona.

Forum bisnis BBB dengan keanggotaan para WNI yang tersebar di 47 perfektur juga melakukan Valentine Online atau Valentine Remokatsu untuk melayani berbagai kalangan di Jepang selama masa hari Valentine.

Pembeli dapat memesannya lewat email: info@tokobbb.com dengan subject: Valentine.

Harga cokelat pilihan sendiri yang diperlihatkan online menggunakan (VC) Whatsapp, lalu dibelikan anggota BBB dan dikirimkan ke rumah pembeli.

Baca juga: Menkes Jepang: Pinjaman Dana Dukungan Komprehensif dari Pemerintah Tak Perlu Dikembalikan

Baca juga: Virus Flu Burung, Pemerintah Chiba Jepang Terpaksa Bunuh 1,15 Juta Ekor Ayam

Deposito terlebih dulu 1.000 yen untuk jasa BBB ditambah harga cokelat maksimal 3.000 yen.

Jika ingin membeli cokelat dengan harga lebih dari 3.000 yen harus deposito uang terlebih dulu ditambah uang jasa BBB 1.000 yen.

Dengan demikian pembeli bisa membelikan cokelat sesuai keinginannya sendiri tanpa harus ke luar rumah dan BBB mengirimkan langsung ke rumah yang dituju.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: info@tokobbb.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved