Virus Corona
Beberapa Warga Wuhan Masih Marah Terhadap Pemerintah Soal Covid-19, Sebagian Memilih Bungkam
Virus ini telah membunuh lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dan menjungkirbalikkan ekonomi global.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Sekarang orang menyebut Wuhan adalah kota paling aman, anda tidak akan menemukan satu orang pun di jalan ini tanpa masker. Jika anda tidak memakai masker, itu seperti anda tidak mengenakan pakaian," tegas Chen.
Kendati ia mulai terbiasa dengan situasi seperti ini, orang tuanya tetap khawatir.
"Orang tua saya berusia 50-an, dan mereka belum pernah mengalami hal seperti lockdown ini sebelumnya. Mereka menggambarkannya sebagai mimpi buruk dan sering mengatakan bahwa mereka takut Wuhan akan dilockdown lagi," papar Chen.
Zhang Hai (51) mantan karyawan perusahaan real estate
Zhang Hai kehilangan ayahnya yang terinfeksi Covid-19 pada Februari lalu.
Sang ayah yang bernama Zhang Lifa adalah seorang veteran Tentara Pembebasan Rakyat yang telah menghabiskan puluhan tahun bekerja pada program senjata nuklir China.
Zhang dan ayahnya, keduanya merupakan penduduk asli Wuhan, mereka tinggal di Guangzhou saat itu dan melakukan perjalanan ke Wuhan hanya untuk melakukan operasi pada kaki lelaki tua tersebut.
Saat itu, pejabat setempat meremehkan risiko penularan dari manusia ke manusia.
Zhang mengaku bahwa jika ia dan ayahnya tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu, mereka tidak akan pergi ke Wuhan.
Zhang pun kemudian mengajukan gugatan pada Juni 2020 terhadap pemerintah lokal untuk menuntut pertanggungjawaban.
Sejak itu, ia terus menerus diganggu oleh kepolisian setempat.
Ia mengatakan kepada VOA bahwa pihak berwenang telah memblokir akun media sosialnya enam kali, memantau aktivitasnya di aplikasi perpesanan WeChat, dan meneror ponselnya.
Zhang mengaku mendapatkan ancaman, jika ia tidak 'berhenti bicara' maka ia akan dijebloskan ke penjara.
"Mereka bahkan mengikuti saya saat saya kembali ke Wuhan. Setelah saya pindah ke apartemen lain, tiga polisi meninjau rekaman kamera pengintai di lingkungan itu," kata Zhang kepada VOA.
Ia pun menegaskan bahwa dirinya bukan seorang mata-mata dan hanya merupakan warga biasa.