Breaking News:

Penanganan Covid

Besok Jepang Mulai Vaksinasi 20.000 Tenaga Medis

Pemerintah akan menyebarkan informasi berdasarkan pengetahuan ilmiah, termasuk efek dan reaksi samping vaksin, dengan cara yang mudah dipahami.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sidang parlemen Jepang, Senin (15/2/2021) membahas vaksinasi bersama PM Jepang Yoshihide Suga. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang mulai melakukan vaksinasi Covid-19 Rabu (17/2/2021) besok kepada sekitar 20.000 tenaga medis di Jepang yang bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan untuk mengekang penyebaran infeksi virus corona.

"Kami akan memobilisasi kekuatan banyak orang yang bersangkutan dan bekerja untuk mempromosikan vaksinasi, yang merupakan hal terpenting di Jepang saat ini agar bisa berjalan lancar dan cepat dimulai dengan penyuntikan kepada tenaga medis," papar PM Jepang Yoshihide Suga, Senin (15/2/2021).

Selain dengan menyebarkan informasi seperti efek dan reaksi samping dengan cara yang mudah dipahami dan untuk mencapai keseimbangan dengan kegiatan ekonomi.

Baca juga: Kemenkes: Tujuh Provinsi di Pulau Jawa dan Bali Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Baca juga: Pemerintah Jepang Survei Efek Samping Vaksin Covid-19 kepada 3 Juta Orang yang Divaksinasi

Vaksinasi virus corona akan dimulai besok untuk sekitar 20.000 pekerja medis, dan pemerintah berencana untuk secara bertahap menyuntik kepada para lansia serta akhirnya umum sekitar Mei/Juni mendatang.

Pemerintah akan menyebarkan informasi berdasarkan pengetahuan ilmiah, termasuk efek dan reaksi samping vaksin, dengan cara yang mudah dipahami.

Pemerintah akan menanggung seluruh biaya vaksinasi untuk mengekang penyebaran infeksi dan membuatnya sesuai dengan kebutuhan ekonomi.

"Namun, pada dasarnya kami bertujuan untuk kelancaran implementasi vaksinasi," tambahnya.

Di sisi lain, sudah lebih dari seminggu sejak perpanjangan status darurat diberlakukan ke 10 prefektur, dan pemerintah mengatakan bahwa laju penurunan jumlah orang yang baru terinfeksi Covid-19 melambat.

Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk tidak ke luar rumah dan bekerja dengan teleworking.

"Kami akan terus menyerukan tindakan menyeluruh seperti mengurangi jumlah orang ke luar hingga 70 persen," katanya.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved