POPULER Internasional: Fenomena Kodokushi di Jepang | Pemandangan Musim Dingin Ekstrem di Texas
Kodokushi tiba-tiba jadi sorotan di Jepang karena pembentukan Kementerian Kesepian dan Isolasi 12 Februari lalu. Lantas, apa itu Kodokushi?
Cristiane Carvalho Guimaraes (17) tewas di negara bagian Amazonas, Brasil pada 13 Februari setelah membuat sebuah unggahan di Facebook.
"Aku datang ke sini untuk mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Aku akan segera mati," tulisnya, dikutip Mirror.co.uk.
Dia kemudian memberi nama calon pembunuhnya.
Ia juga mengungkapkan alasan kematiannya yang akan datang adalah karena terlibat utang dengan pengedar narkoba setempat.
Baca juga: Forbes: Kasus Covid-19 dan Kematian AS Menurun Secara Drastis
Baca juga: Alot, Jadi Kapan Stimulus Jumbo Amerika Serikat Usulan Joe Biden Diteken?
Di unggahan lain, Cristiane menulis, "Mereka akan mengirimkan lokasi agar tubuhku dapat ditemukan."
Sebuah unggahan yang dikirim keesokan harinya dari profil Cristiane, tapi tampaknya dibuat oleh pembunuh, mengungkap lokasi mayatnya.
Unggahan itu diberi tanda tangan "CV" di bagian akhir, mengacu pada geng kriminal Comando Vermelho.
Polisi telah mengetahui hilangnya Cristiane sejak 12 Februari.
Namun, saat petugas menemukan Cristiane keesokan harinya di lokasi yang diungkap para pelaku, ia telah terbunuh.
4. Gambar Kondisi Ekstrem di Bawah Nol Celsius di Texas: Akuarium Beku hingga Es di Kipas Angin
Badai musim dingin memecahkan rekor suhu dingin di Texas, AS pekan ini hingga di bawah nol derajat celcius.
Dilansir Independent, pada Minggu ini suhu terendah ada pada 0F atau -18C.
Sebanyak tiga juta warga Texas kekurangan listrik sehingga tidak bisa menghidupkan pemanas pada Rabu lalu.
Hingga Jumat, sekitar 180.000 rumah dan bisnis di Texas masih tidak memiliki listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/populer-internasional-fenomena-kodokushi-di-jepang-pemandangan-musim-dingin-ekstrem-di-texas.jpg)