POPULER INTERNASIONAL: Uni Emirat Arab Galakkan Investasi Minuman Beralkohol | Myanmar Memanas Lagi

Berita populer internasional dalam 24 jam terakhir, dari Uni Emirat Arab yang menggalakkan investasi minuman beralkohol hingga Myanmar memanas lagi.

STR / AFP
Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021 - Berita populer internasional dalam 24 jam terakhir, dari Uni Emirat Arab yang menggalakkan investasi minuman beralkohol hingga Myanmar memanas lagi. 

TRIBUNNEWS.COM - Simak berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

Berita dimulai dari perbedaan keputusan Uni Emirat Arab dan Indonesia dalam hal investasi minuman beralkohol.

Berbeda dengan Indonesia yang memutuskan untuk mencabutnya, negara Uni Emirat Arab justru menggalakkan investasi minuman beralkohol.

Hingga berita mengenai kondisi terbaru di Myanmar.

Myanmar dikabarkan kembali memanas, dan polisi mengeluarkan tembakan untuk membubarkan demonstran.

Untuk selengkapnya, berikut daftar berita populer internasional menurut rangkuman Tribunnews.com:

Baca juga: Pejabat AS: Washington akan Amati Sikap Arab Saudi setelah Sanksi atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

1. Uni Emirat Arab Galakkan Investasi Minuman Beralkohol

Burj Al Arab, Dubai, Uni Emirat Arab.
Burj Al Arab, Dubai, Uni Emirat Arab. (Foto oleh Roman Logov di Unsplash)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan mencabut lampiran Peraturan Presiden  terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol. 

Hal itu disampaikan Presiden dalam Konferensi Pers Virtual yang disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3/2021).

"Saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Presiden.

Aturan mengenai investasi miras diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Beda dengan Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA) malah mengizinkan alias melegalkan warganya minum minuman beralkohol alias miras, termasuk membuka investasi minuman beralkohol.

Reformasi hukum di negara kawasan Timur Tengah itu bertujuan untuk meningkatkan status ekonomi dan sosial.

'Kebebasan' hidup di Uni Emirat Arab (UEA) ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan turis mancanegara, menambah pemasukan negara melalui sektor pariwisata.

Baca juga: Mata-mata Emirat Arab Sadap Email Pribadi Michele Obama dan Istri Sheikh Qatar

Baca juga: Trump Lengser, Biden akan Hentikan Penjualan Senjata AS ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved