Virus Corona
Sedikitnya 372 Orang Terinfeksi di Penjara Jepang
Bahkan di Penjara Fuchu terbesar di Jepang, yang menampung sekitar 1.800 tahanan kini banyak yang terkena Corona.
Risiko bahwa staf akan membawa virus dan menyebarkan infeksi ke narapidana. Sebagai tindakan penanggulangan di Penjara Fuchu, petugas lapas yang bersentuhan dengan narapidana wajib memakai pelindung wajah selain masker.
Gunakan pengeras suara yang biasanya tidak digunakan saat menginstruksikan narapidana untuk mencegah tetesan agar tidak terbang dengan perintah yang lebih keras.
Selain itu, langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi kontak antar staf, seperti membagikan kamar tidur siang dan kamar tidur tahanan.
Infeksi juga karena gairah menyeluruh bahkan selama pekerjaan di penjara.
Kini mereka mulai membuat gaun medis. Saat makan malam, narapidana menghadap ke arah yang sama untuk mengurangi resiko infeksi.
Jarak sosial juga dilakukan di waktu senggang setelah makan.
Di ruang pertemuan tempat berinteraksi dengan orang luar, lubang di papan akrilik ditutup dengan selotip dan kita hanya diperbolehkan berkomunikasi melalui telepon.
"Kami sedang mengidentifikasi masalah di fasilitas tempat wabah itu terjadi. Kami harus melakukan berbagai upaya antisipasi penularan corona," papar Sadaaki Koyama, Divisi Umum, Biro Pemasyarakatan, Kementerian Kehakiman.
Pengendalian infeksi yang sulit dalam keadaan khusus akan terus berlanjut bahkan kini larangan kunjungan atau pembatasan kunjungan keluarga pun dilakukan ketat.
Sementara itu bagi WNI yang berkeinginan vaksinasi Covid-19 di Jepang dapat menghubungi Forum BBB, kelompok bisnis WNI yang berdomisili di Jepang dengan email: bbb@jepang.com subject: Vaksinasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penjara-fuchu-tokyo-nih3.jpg)