Breaking News:

Dapatkan 100.000 Dosis Vaksin Pfizer, Rwanda Masih di Puncak Krisis

Vaksinasi awal ini menargetkan kelompok berisiko tinggi seperti nakes, setelah memperoleh sekitar 1.000 dosis vaksin Moderna

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga lansia secara drive thru di Kemayoran Jakarta, Rabu (3/3/2021). Kementerian Kesehatan menggandeng penyedia jasa layanan kesehatan daring yaitu Halodoc menyediakan layanan vaksinasi secara drive thru bagi warga yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) agar protokol kesehatan dapat diterapkan dengan mengurangi kerumunan karena para lansia tidak perlu mengantre hingga panjang. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KIGALI - Rwanda pada Rabu kemarin menjadi negara Afrika pertama yang menerima vaksin virus corona (Covid-19) Pfizer-BioNTech, dengan lebih dari 100.000 dosis dikirim ke ibu kota Kigali melalui inisiatif COVAX yang dipimpin Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Sebelumnya, pada hari yang sama, Rwanda secara terpisah telah memiliki 240.000 dosis vaksin AstraZeneca.

Pengiriman pertama vaksin ini pun turut berada di bawah fasilitas COVAX.

Dikutip dari laman Africa News, Kamis (4/3/2021), Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan bahwa 340.000 dosis kolektif akan dikirim dari gudang biomedis di Kigali ke rumah sakit distrik pada Kamis waktu setempat.

Selanjutnya, vaksin itu akan didistribusikan ke ratusan pusat kesehatan yang tersebar di seluruh Rwanda.

Baca juga: Presiden: Target Vaksinasi Hingga Juni 40 Juta Orang

Kementerian tersebut menyampaikan, pengiriman vaksin ini tidak hanya harus melindungi sekitar 171.500 personel garis depan yakni tenaga kesehatan (nakes).

Namun juga warga prioritas lainnya seperti mereka yang berusia di atas 65 tahun atau yang memiliki kondisi kesehatan rentan terpapar.

"Kami akan segera meluncurkan rencana vaksinasi kami yang telah disiapkan, ini akan menargetkan kelompok yang memiliki risiko tinggi di seluruh Rwanda untuk menerima vaksin yang pertama dari dua dosis vaksin," kata Menteri Kesehatan Daniel Ngamije dalam sebuah pernyataan.

Pada bulan Februari lalu, Rwanda menjadi negara pertama di Afrika Timur yang mulai melaksanakan program vaksinasi virus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved