Olimpiade 2021
Jepang Batasi Jumlah Rombongan Resmi Olimpiade Tokyo dari Setiap Negara
Pejabat asing seperti Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri akan datang ke Jepang pada upacara pembukaan dan penutupan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang meminta agar kepala negara dan pemimpin negara membatasi jumlah rombongan resmi (offisial) yang ikut serta pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo hingga 12 orang.
Sementara di tingkat menteri seperti Menteri Olahraga dibatasi hanya 5 orang.
"Bentuk jumlah anggota rombongan official yang skalanya dibatasi secara seragam sebagai tindakan penanggulangan terhadap virus corona. Sedangkan penonton asing belum diputuskan," papar sumber Tribunnews.com, Senin (15/3/2021).
Para anggota delegasi tiap negara, non atlet, memungkinkan untuk memasuki negara Jepang dan memudahkan tindakan karantina untuk mengantisipasi diplomasi Olimpiade, diputuskan bahwa perlu untuk mengurangi jumlah peserta official dengan pertimbangan strain mutan dari corona baru dan opini publik domestik.
Baca juga: Tidak Benar Warga Negara Asing Dilarang Menonton Olimpiade di Jepang
Baca juga: Minggu Depan Diputuskan Diterima Masuk Tidaknya Penonton Olimpiade Dari Luar Jepang
Diharapkan penerimaan penonton umum dari luar negeri akan diungkapkan minggu ini selambatnya sebelum tanggal 25 Maret 2021.
Pejabat asing seperti Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri akan datang ke Jepang pada upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan lainnya sudah memutuskan akan datang.
Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/logo-olimpiade-dipasang-di-tengah-kota-tokyo.jpg)