Rusia-AS Memanas, Presiden Joe Biden Sebut Vladimir Putin sebagai Pembunuh

Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin sebagi 'pembunuh' dalam sebuah rekaman wawancara.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
Alex Wong / Getty Images / AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara dengan CEO Johnson & Johnson dan Merck di South Court Auditorium Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower 10 Maret 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan bahwa pemerintah akan membeli 100 juta lebih dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin sebagi 'pembunuh' dalam sebuah rekaman wawancara.

Bahkan Biden mengatakan Putin akan "membayar harga karena telah ikut campur tangan dalam urusan AS."

Wawancara Biden yang disiarkan pada Rabu (17/3/2021) itu menyusul laporan intelijen AS mengenai interfensi Rusia pada Pemilu AS.

Diketahui ada isu lama bahwa ada campur tangan Moskow pada Pemilu AS 2020, namun tuduhan ini disangkal Rusia, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency

Saat ditanya George Stephanopoulos dari ABC News apakah dia yakin Putin adalah 'pembunuh', Biden menjawab: "Saya yakin."

Biden juga diberi pertanyaan mengenai laporan intelijen AS bahwa Presiden Putin berusaha menggagalkannya dan mempromosikan Donald Trump.

Baca juga: Berbulan-bulan Cenderung Pasif, Donald Trump Akhirnya Ajak Warga Amerika untuk Divaksinasi Covid-19

Baca juga: Sang Keponakan Ungkap Betapa Donald Trump Meradang karena Twitternya Diblokir

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang pengesahan Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC, pada 6 Maret 2021.
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang pengesahan Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC, pada 6 Maret 2021. (SAUL LOEB / AFP)

"Harga yang akan dia bayar, Anda akan lihat sebentar lagi," tambah Biden, merujuk pada dugaan intervensi pemilu.

Biden juga mengatakan saat dia memberi tahu Putin bahwa dia yakin pemimpin Rusia itu tidak memiliki jiwa, Putin menjawab: "Kita saling memahami."

Pernyataan Biden menandai putusnya hubungan hangat mantan Presiden Donald Trump dengan Putin serta pandangan Partai Republik pada pemimpin Rusia itu.

"Saya menatap mata orang itu (Putin). Saya menganggapnya sangat lugas dan dapat dipercaya, saya bisa merasakan jiwanya," kata Presiden George W. Bush setelah bertemu dengan Putin pada 2001 silam.

Rusia Menarik Duta Besar dari AS

Dilansir France24, Moskow menarik duta besarnya dari Washington sebagai buntut dari pernyataan Biden. 

Ini menandai krisis hubungan AS-Rusia pasca penilaian Biden terhadap Putin dan sebutan 'pembunuh'.

Rusia menanggapi hal ini dengan memanggil utusan Washington kembali ke negara itu untuk konsultasi mengenai hubungannya dengan Amerika Serikat.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved