Breaking News:

PM Jepang akan Pastikan Keamanan Penggunaan Aplikasi LINE

PM Yoshihide Suga menekankan bahwa pemerintah tidak menggunakan informasi rahasia melalui jalur komunikasi LINE tersebut.

Foto Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga di sidang parlemen, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Anggota parlemen Jepang meminta Perdana Menteri Yoshihide Suga agar memperhatikan keamanan penggunaan aplikasi LINE.

"Situasi di mana data pribadi Jepang sedang diintip dari perusahaan afiliasi di China terus berlanjut. Pemerintah yang menangani informasi sensitif akan berhenti menggunakan LINE untuk saat ini. Tolong perhatian masalah ini," kata Hiroshi Yamada dari Partai Demokrat Liberal (LDP) saat pertemuan parlemen dengan PM Jepang Yoshihide Suga, Sabtu (19/3/2021).

Menanggapi hal tersebut PM Yoshihide Suga menekankan bahwa pemerintah tidak menggunakan informasi rahasia melalui jalur komunikasi LINE tersebut.

"Pemerintah tidak menangani informasi rahasia melalui tempat umum dan tidak menangani perusahaan swasta, termasuk LINE. Apalagi menggunakan layanan yang disediakan di internet untuk jumlah pengguna yang tidak ditentukan," kata PM Suga.

Baca juga: Sekolah, Pemda Hingga Parpol di Jepang Larang Penggunaan Aplikasi LINE

Baca juga: Data Pribadi Bocor, Partai Oposisi Jepang Dilarang Menggunakan Aplikasi LINE

"Kami menegaskan kembali status penggunaan, dan berdasarkan hasilnya, kami ingin melakukan upaya untuk memastikan keamanan lebih lanjut," papar PM Suga.

Jalur LINE telah diambil datanya sebanyak 32 kali akses ilegal oleh kontraktor China.

LINE awal mulanya buatan Korea yang belakangan dijual kepada perusahaan Jepang dan kini memiliki sekitar 80 juta pelanggan menggunakan aplikasi tersebut secara gratis.

Umumnya partai politik Jepang kini telah melarang para pejabatnya untuk menggunakan aplikasi LINE untuk urusan negara dan atau politik.

Logo aplikasi LINE.
Logo aplikasi LINE. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Demikian pula puluhan sekolah di Jepang telah melarang penggunaan LINE khususnya malam hari mulai jam 21.00.

Salah satu pemda di Prefektur Ibaraki dan Aichi pun telah melarang pejabat pemda menggunakan LINE.

Pihak LINE sendiri menjawab resmi belum ada laporan kerugian yang diterima dari masyarakat dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kebocoran data pribadi 80 juta pelanggannya tersebut.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan digunakan sebagai tempat belanja para WNI dan orang Jepang yang ada di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Berita terkini seputar Jepang

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved