Breaking News:

Krisis Myanmar

AS Tambahkan Kepala Polisi dan Unit Militer Myanmar ke Daftar Hitam karena Lakukan Tindak Kekerasan

Amerika Serikat menambahkan anggota junta, kepala polisi hingga unit militer ke daftar hitam atau blacklist karena melakukan kekerasan terhadap warga.

AFP
Ujuk rasa antikudeta Myanmar - Amerika Serikat menambahkan anggota junta, kepala polisi hingga unit militer ke daftar hitam atau blacklist karena melakukan kekerasan terhadap warga. 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya kembali menjatuhkan sanksi pada anggota pemerintah militer atau junta Myanmar, Senin (22/3/2021).

Kali ini yang dijatuhi sanksi, yaitu dua anggota junta, kepala polisi dan dua anggota militer.

Dikutip dari Channel News Asia, mereka yang dijatuhi sanksi adalah aparat yang terkait dengan penindasan terhadap warga sipil atau demonstran antikudeta hingga menyebabkan kematian.

Langkah yang diambil pemerintahan Amerika Serikat itu dilakukan setelah Uni Eropa memberlakukan sanksi sendiri terhadap 11 orang yang terkait dengan kudeta, Senin (22/3/2021).

"Tindakan hari ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kami akan menindaklanjuti janji kami untuk terus mengambil tindakan terhadap para pemimpin kudeta dan mereka yang melakukan kekerasan," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken.

Adapun Departemen Keuangan Amerika Serikat mengatakan, aparat Myanmar yang di-blacklist di antaranya Than Hlaing.

Baca juga: AS Beri Sanksi Lagi kepada Myanmar: Kepala Polisi Ikut Masuk Daftar Hitam

Than Hlaing adalah seorang perwira militer yang ditunjuk untuk memimpin kepolisian setelah kudeta.

Kemudian, Letnan Jenderal Aung Soe, yakni seorang komandan operasi khusus yang mengawasi tindakan kekerasan terhadap demonstran.

Dengan di-blacklist-nya oknum-oknum tersebut, maka semua aset mereka di Amerika Serikat dibekukan.

Mereka dilarang ke Amerika Serikat serta warga Negeri Paman Sam tidak diperbolehkan berurusan dengan mereka.

Halaman
12
Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved