Breaking News:

Krisis Myanmar

Markas NLD Aung San Suu Kyi di Yangon Myanmar Dilempar Bom Molotov, Sebabkan Kebakaran

Markas besar Partai NLD yang dipimpin Aung San Suu Kyi di Yangon, Myanmar dilempar bom molotov pada Jumat (26/3/2021) pagi.

AFP
Lebih dari 300 orang tewas dalam kerusuhan anti kudeta di Myanmar, menurut kelompok pemantau lokal. 

Mereka pun enggan berspekulasi tentang alasan pelaku melakukan penyerangan.

"Kami harus mengajukan pengaduan ke polisi. Kami tidak tahu siapa yang melakukan ini, tapi itu sama sekali tidak bagus," kata Seo Win.

Adapun insiden itu terjadi pada malam Hari Angkatan Bersenjata, yaitu ketika militer akan menunjukkan kekuatan dengan parade tahunannya.

Seorang pengunjuk rasa memegang poster yang menampilkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 9 Maret 2021.
Seorang pengunjuk rasa memegang poster yang menampilkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 9 Maret 2021. (STR / AFP)

Hari Angkatan Bersenjata menimbulkan ketakutan warga, karena hari peringatan tersebut bisa menjadi titik di mana militer mungkin akan bertindak lebih kejam.

Sementara itu, markas besar NLD adalah tempat terjadinya banyak demonstrasi pada minggu-minggu pertama setelah kudeta 1 Februari 2021.

Aksi unjuk rasa di jalanan sekarang semakin meluas dan menjadi sesuatu yang mematikan.

Karena pasukan keamanan tidak segan-segan mengerahkan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam untuk melawan demonstran.

Sejauh ini, 320 orang telah tewas dalam kerusuhan antikudeta, menurut kelompok pemantau setempat.

Namun demikian, pemerintah militer atau junta mengklaim jumlah korban yang tewas jauh lebih rendah, yaitu 164 orang per Selasa (23/3/2021).

Lebih lanjut, pada Rabu (24/3/2021), junta membebaskan ratusan orang yang ditangkap sejak Aung San Suu Kyi digulingkan.

Halaman
123
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved