Breaking News:

Virus Corona

Prancis Perpanjang Lockdown Nasional Selama 4 Pekan dan akan Menutup Sekolah Mulai 3 April

Macron memperpanjang tindakan penguncian ringan dari 19 area, termasuk Paris ke semua daratan Prancis mulai 3 April 2021, selama empat pekan.

EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Emmanuel Macron memperpanjang tindakan penguncian ringan dari 19 area, termasuk Paris ke semua daratan Prancis mulai 3 April 2021, selama empat pekan.

Kebijakan ini diumumkan Macron melalui pidato disiarkan televisi, mengikuti gelombang ketiga pandemi virus corona pada Rabu (31/3/2021).

Melansir France24, Macron memperluas langkah-langkah penguncian ringan yang saat ini diberlakukan pada sepertiga populasi Prancis, termasuk wilayah Paris - ke seluruh daratan Prancis.

"Kami tidak harus mengunci diri, tetapi kami perlu membatasi kontak kami," katanya.

"Kami mencoba untuk mundur hari ini selama mungkin, tapi sayangnya sekarang sudah tiba," lanjut Macron.

"Kami akan kehilangan kendali jika kami tidak bertindak sekarang," imbuhnya.

Baca juga: Macron Ingin Libatkan Arab Saudi, Iran Tolak Nego Ulang Perjanjian Nuklir

Baca juga: Setelah Presiden Macron Marah, Prancis Percepat Vaksinasi Covid-19 kepada Staf Medis Rumah Sakit

Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan:
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. (EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP)

Macron juga mengumumkan penutupan semua sekolah dan pusat penitipan anak selama tiga minggu hingga 26 April 2021.

Namun, Macron juga membenarkan kebijakannya untuk tetap membukanya sejak akhir penguncian pertama pada musim semi 2020.

Seperti diketahui, kebijakan penanganan Covid-19 Prancis menerima kritik yang semakin intensif selama beberapa minggu terakhir.

"Sekolah tidak bisa ditawar," katanya.

Baca juga: Terinfeksi Covid-19, apakah Macron, Presiden Prancis, melanggar protokol pencegahan virus corona?

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved