Sabtu, 30 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-88 Perang Iran: Rudal Menghujani Hormuz, Trump Mainkan Dua Kartu Sekaligus

Perang Iran memasuki hari ke-88: militer AS meluncurkan serangan ke Iran selatan dekat Selat Hormuz di tengah negosiasi damai di Qat

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran memasuki hari ke-88 dengan eskalasi baru setelah militer AS meluncurkan serangan ke Iran selatan dekat Selat Hormuz di tengah negosiasi damai di Qatar.
  • Serangan tersebut menargetkan lokasi rudal serta kapal penebar ranjau Iran, sementara Donald Trump tetap mendorong jalur diplomasi.
  • Ketegangan ini kembali mengguncang pasar minyak global dan memperbesar ancaman krisis regional.

TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-88 pada Selasa (26/5/2026).

Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS)  meluncurkan serangan baru ke wilayah selatan Iran di tengah negosiasi damai yang masih berlangsung di Qatar.

Serangan tersebut terjadi di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz, jalur vital energi dunia yang dilalui hampir seperlima distribusi minyak dan gas global.

Dikutip dari Reuters, militer Amerika Serikat menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga tengah memasang ranjau laut di perairan dekat Bandar Abbas.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai tindakan “pertahanan diri” untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.

Namun timing serangan tersebut memicu sorotan tajam karena dilakukan justru ketika delegasi tinggi Iran sedang berada di Doha, Qatar, untuk membahas peluang kesepakatan damai dengan Washington.

Dilansir Al Jazeera, para pejabat senior Iran, termasuk negosiator utama Teheran, tengah berupaya menyelesaikan sengketa terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan masa depan program nuklir Iran.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump tetap menunjukkan optimisme bahwa peluang kesepakatan masih terbuka.

“Negosiasi berjalan dengan baik,” kata Trump dalam pernyataan yang dikutip Associated Press.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui pembahasan masih alot dan membutuhkan waktu beberapa hari lagi sebelum mencapai titik final.

Baca juga: Netanyahu Frustrasi, Akui Sulit Kendalikan Sikap Trump soal Perang Iran-AS

Rubio juga menegaskan Selat Hormuz harus tetap dibuka “dengan cara apa pun”, sebuah pernyataan yang dianggap sebagai sinyal keras Washington terhadap ancaman Iran di jalur perdagangan global tersebut.

Hormuz Jadi Arena Pertaruhan Global

Ketegangan terbaru ini langsung memicu gejolak pasar energi dunia.

Harga minyak Brent kembali melonjak setelah sebelumnya sempat turun akibat harapan tercapainya kesepakatan damai Iran-AS.

Para analis menilai setiap eskalasi di Selat Hormuz berpotensi mengguncang rantai pasok energi global dan memperbesar tekanan ekonomi internasional.

Selain konflik Iran-AS, situasi kawasan juga diperparah dengan meningkatnya operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved