Sabtu, 30 Agustus 2025

Yordania Resmi Tuduh Pangeran Hamzah Hendak Gulingkan Raja Abdullah II

Menurut Wakil PM Yordania, 16 anggota komplotan kudeta ditangkap aparat keamanan, termasuk Bassem Awadallah dan Shareef Hassan bin Zaid.

Reuteurs
Raja Yordania berbicara di Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis. Abdullah mengatakan kelompok ekstrimis mengeksploitasi konflik untuk meyakinkan legitimasi mereka selama ini. 

Di akun Twitternya, Noor Al Hussein, mantan Ratu Yordania dan ibu Pangeran Hamzah, menyebut tuduhan terhadap putranya sebagai fitnah jahat.

Safadi mengakhiri konferensinya dengan mengatakan plot tersebut masih dalam penyelidikan, menekankan proses hukum akan diambil.

Pejabat senior itu tidak mengklarifikasi apakah mantan Putra Mahkota itu akan diadili atas keterlibatannya dalam dugaan plot tersebut.

Upaya kudeta yang dituduhkan di Yordania mungkin terkait dengan pergeseran keseimbangan kekuatan di Timur Tengah saat ini.

Yordania selalu menjaga keseimbangan antara semua poros di kawasan, sambil tetap berada dalam aliansi strategis dengan AS dan menikmati hubungan luar biasa dengan Israel.

Situasi genting di Yordania di sisi lain juga terlihat dari penerbangan tak biasa pesawat tempur Royal Jordanian Air Force (RJAF).

Jet tempur AU Yordania  terlihat terbang di ketinggian rendah di sepanjang perbatasan kerajaan Yordania dengan Suriah.

Seorang gembala lokal dari gubernur Suriah selatan al-Suwayda membagikan video pesawat tempur RJAF, kemungkinan besar F-16, sedang bermanuver di perbatasan.

Menurut dia, pesawat tempur tersebut menembus wilayah udara Suriah dalam waktu singkat. Video telah dibagikan di YouTube.

RJAF biasanya tidak aktif di sepanjang perbatasan dengan Suriah. Namun, situasi di Yordania saat ini jauh dari biasanya.

Pada 3 April, militer Yordania, pasukan keamanan dan intelijen menggagalkan rencana penggulingan kekuasaan Raja Abdullah II.

Amman menuduh pangeran Hamzah dan teman-temannya, beberapa di antaranya adalah pengusaha terkenal, merencanakan kudeta dengan dukungan dari kekuatan asing.

Situasi di Yordania tetap tegang. Militer Yordania, yang sangat setia kepada raja, disebut sangat waspada untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk.(Tribunnews.com/Southfront.org/Aljazeera.com/xna)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan