Breaking News:

Virus Corona

Golden Week Yang Menyedihkan Bagi Warga Tokyo Jepang, Antisipasi Mutan Baru Corona

Golden Week masa liburan Jepang tahun 2021 akan menyedihkan bagi warga Tokyo, diminta untuk merumahkan diri jangan ke mana-mana sebagai antisipasi khu

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data kasus Covid-19 di Jepang dengan jumlah terbanyak di Osaka mencapai 1.099 dan Tokyo hanya 510 orang per Rabu (13/4/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Golden Week masa liburan Jepang tahun 2021 akan menyedihkan bagi warga Tokyo, diminta untuk merumahkan diri jangan ke mana-mana sebagai antisipasi khususnya penyebaran mutan baru corona.

"Tahun ini Masa Golden Week akan sangat tidak enak," tekan Gubernur Tokyo Yuriko Koike Rabu ini (14/4/2021).

Sejak Maret hingga kemarin, pertumbuhan penyebaran mutan baru virus corona terutama dari Inggris (N501Y) meningkat luar biasa dari hanya 6,3% (1-7 Maret 2021) menjadi 32,3% (29 Maret-4 April 2021). Bahkan diperkirakan akan naik terus. Di Osaka sudah memncapai 73,3% penyebaran infeksi corona dengan jenis N501Y.

"Dalam dua tiga minggu mendatang penyebaran virus N501Y di Tokyo juga akan menyerupai seperti Osak akalau kita tidak ketat sekali menjaga diri dengan menahan diri di rumah," papar Wakil Ketua Ikatan Dokter Tokyo,  profesor Inokuchi Masataka hari Rabu ini (14/4/2021).

Apalagi di masa Tindakan Prioritas saat ini sejak 12 April kemarin hingga 11 Mei 2021 diterapkan seperti PSBB, di mana masyarakat sangat dimohonkan menahan diri tidak banyak keluar rumah, restoran harus tutup selambatnya jam 8 malam, serta protokol kesehatan yang ketat diterapkan.

Di lain pihak sebuah restoran menyebarkan infeksi mutan baru, menjadikan cluster, meskipun semua orang di dalamnya telah memakai masker.

"Penularan mutan baru virus corona ini dari inggris (N501Y) sangat cepat dan kuat. Olehkarena itu kita harus lebih ketat lagi menjalankan protokol kesehatan, jangan sampai lemah, jangan sampai terlupa sedikitpun kalau tak mau terkena mutan baru tersebut," tekan Profesor Yoshihito Niki, Wakil Direktur Pusat Pernafasan, Rumah Sakit Kurashiki Daiichi, Profesor Penyakit Menular Klinis, Sekolah Kedokteran Universitas Showa Jepang siang ini (14/4/2021).

Cluster penularan corona terjadi di Hamamatsu diumumkan hari ini pemdanya yang  telah mengonfirmasi 12 kasus baru infeksi virus corona.

Pada 13 April, 39 tes administrasi dilakukan di kota, dan 12 positif dilaporkan, dan  tujuh dari dua belas yang diumumkan adalah penghuni asrama dasar pasukan angkatan udara bela diri Jepang  (JASDF) Hamamatsu dan disertifikasi sebagai cluster.

Selain itu, ditemukan bahwa 2 dari 3 sampel yang dikirim ke National Institute of Infectious Diseases untuk analisis genom pada 7 April ternyata terinfeksi mutan baru Inggris (N501N). Sisa 1 sampel tidak dapat dinilai karena tidak dapat dianalisis secara memadai.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com 

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved