Breaking News:

Perang Afghanistan

Afghanistan Takut Terjadi Perang Saudara saat Amerika Tarik Semua Pasukan Militernya Nanti

Pemerintah Afghanistan hingga warga sipil khawatir dengan kondisi negara setelah AS menarik semua pasukannya.

Fox News
Pasukan kemiliteran Pakistan memenuhi pangkalan AU di Peshawar, Pakistan, setelah militan Taliban melakukan serangan di sebuah masjid dalam kompleks pangkalan itu dan menewaskan sejumlah jemaah yang sedang melakukan ibadah salat, Jumat (18/9/2015). (Fox News) 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Afghanistan hingga warga sipil khawatir dengan kondisi negara setelah AS menarik semua pasukannya.

Amerika Serikat berencana mengakhiri perang 20 tahun di Afghanistan dengan menarik semua pasukan paling lambat 11 September.

Presiden Joe Biden pada Rabu (14/4/2021), menyatakan akan mengakhiri perang terpanjang Amerika ini pada 11 September.

AS juga akan menggeser konflik di Afghanistan melawan kelompok Taliban menjadi bukan prioritas lagi.

"Kami tidak dapat melanjutkan siklus untuk memperpanjang atau memperluas kehadiran militer kami di Afghanistan dengan harapan dapat menciptakan kondisi ideal untuk penarikan kami, mengharapkan hasil yang berbeda," kata Biden.

Baca juga: Joe Biden Hentikan Perang AS-Taliban di Afghanistan: Ini Waktunya Akhiri Forever War

Baca juga: POPULER INTERNASIONAL: Akhir Perang AS vs Afghanistan | Kedekatan Pangeran Philip dan Putri Diana

Presiden AS Joe Biden melepas topengnya untuk berbicara dari Ruang Perjanjian di Gedung Putih tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 14 April 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan rencananya untuk menarik semua pasukan AS yang tersisa dari Afghanistan pada 11 September 2021 sebagai langkah terakhir untuk mengakhiri perang terpanjang di Amerika.
Presiden AS Joe Biden melepas topengnya untuk berbicara dari Ruang Perjanjian di Gedung Putih tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 14 April 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan rencananya untuk menarik semua pasukan AS yang tersisa dari Afghanistan pada 11 September 2021 sebagai langkah terakhir untuk mengakhiri perang terpanjang di Amerika. (POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Dilansir CNN, banyak warga Afghanistan khawatir Taliban akan semakin berkuasa tanpa adanya militer AS. 

Kelompok ekstremis Taliban memberontak pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Bahkan Taliban telah menguasai sebagian besar wilayah pedesaan di negara itu.

Pertempuran sempat melonjak tahun ini, bahkan saat pemerintah dan Taliban tengah melakukan pembicaraan damai.

Menurut laporan PBB pada Rabu, terjadi peningkatan 29% jumlah warga sipil yang tewas dan terluka selama tiga bulan pertama tahun 2021 dibanding periode yang sama pada 2020.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved