Breaking News:

Jepang dan AS Serius Bicarakan Masalah Taiwan Serta Laut China Timur dan Laut China Selatan

Suga menyatakan bahwa lingkungan keamanan yang semakin parah di Asia Timur sehingga perlu memperkuat penangkalan aliansi Jepang-AS.

Foto Istimewa/Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan). 

Menegaskan kembali penerapan Pasal 5 Perjanjian Keamanan Jepang-AS, yang menetapkan kewajiban pertahanan AS kepada Jepang, ke Prefektur Okinawa dan Kepulauan Senkaku, Presiden AS berkata, "Kami akan melindungi keamanan Jepang dengan tembok besi."

Baca juga: Poin-poin Penting Terkait Pembuangan Limbah Nuklir Jepang ke Laut Lepas

Kedua kepala negara juga berbagi "keprihatinan serius" tentang situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan Daerah Otonomi Uygur Xinjiang.

"Saya menjelaskan upaya kami kepada Presiden dan mendapatkan pengertian mereka," kata PM Suga pada konferensi pers.

Terkait situasi di Myanmar, PM Suga meminta agar sistem politik demokrasi segera pulih.

Setelah pertemuan bersama, Perdana Menteri mengatakan kepada wartawan tentang situasi di Taiwan dan Kepulauan Senkaku.

"Benar bahwa situasi yang sulit terus berlanjut. Kami akan memberikan prioritas utama pada resolusi damai," ujarnya.

Perdana Menteri memposisikan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo musim panas ini sebagai "simbol persatuan di dunia" dan menyatakan tekadnya untuk menyelenggarakan Olimpiade tersebut.

Pulau buatan yang jadi pertahanan militer China di Laut China Selatan.
Pulau buatan yang jadi pertahanan militer China di Laut China Selatan. (WSJ)

Presiden Biden pun mendukung kuat rencana dan upaya Jepang untuk menyelenggarakan Olimpiade mendatang.

Mengenai masalah penculikan orang Jepang oleh Korea Utara, kedua pemimpin berbagi pengakuan bahwa itu adalah masalah hak asasi manusia yang serius dan menegaskan kembali bahwa mereka akan bekerja sama dalam "resolusi segera".

Mengenai pengembangan nuklir dan rudal, dia mengatakan akan menyerukan pembuangan yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah (CVID = complete, verifiable, and irreversible dismantlement).

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved