Breaking News:

PLA China Serang Situs Perusahaan Besar Jepang dan JAXA

JAXA diserang pada dunia maya tahun 2016, dan server sewa di Jepang digunakan untuk penyerangan tersebut.

Foto Wikiwand
Dari kiri Chinese pejabat militer China Gu Chunhui, Huang Zhenyu, Sun Kailiang, Wang Dong, dan Wen Xinyu terlibat dalam mata-mata cyber dari kelompok PLA Unit 61398 dicari FBI Amerika Serikat. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Berbagai perusahaan besar Jepang termasuk JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) mendapat serangan cyber yang diyakini oleh kalangan agen rahasia China khusus cyber yang disebut PLA (People's Liberation Army).

PLA Unit 61398 (juga dikenal sebagai APT 1, Comment Crew, Comment Panda, GIF89a, dan Byzantine Candor).

"Selain JAXA yang diserang juga situs Mitsubishi Electric, Hitachi, dan beberapa universitas juga diserang karena dugaan keterlibatan sekelompok peretas yang diyakini telah diinstruksikan oleh PLA," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (20/4/2021).

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo berencana untuk mengirim dokumen dengan nama samaran seorang pria Partai Komunis China yang telah tinggal di Jepang untuk server sewa yang digunakan untuk serangan dunia maya kepada situs JAXA.

Dari kiri Chinese pejabat militer China Gu Chunhui, Huang Zhenyu, Sun Kailiang, Wang Dong, dan Wen Xinyu terlibat dalam mata-mata cyber dari kelompok  PLA Unit 61398 dicari FBI Amerika Serikat.
Dari kiri Chinese pejabat militer China Gu Chunhui, Huang Zhenyu, Sun Kailiang, Wang Dong, dan Wen Xinyu terlibat dalam mata-mata cyber dari kelompok PLA Unit 61398 dicari FBI Amerika Serikat. (Foto Wikiwand)

Menurut Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, JAXA diserang pada dunia maya tahun 2016, dan server sewa di Jepang digunakan untuk penyerangan tersebut.

Menurut penyelidik, ID untuk menggunakan server diyakini telah dipakai untuk menyerang dilakukan atas instruksi PLA merupakan sekelompok peretas China yang menyebut dirinya "Tick" melalui situs online.

Diperkirakan serangan dunia maya tersebut menargetkan sekitar 200 organisasi di Jepang, tetapi termasuk produsen elektronik besar Mitsubishi Electric dan Hitachi, serta beberapa universitas yang melakukan penelitian lanjutan seperti Universitas Keio dan Universitas Hitotsubashi.

Baca juga: Tim Aerobatik Angkatan Udara Bela Diri Jepang Blue Impulse Beraksi Kembali 22 April di Toyama

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo memiliki kebijakan untuk mengirimkan dokumen kepada anggota Partai Komunis Tiongkok berusia tiga puluhan tahun atas kecurigaan secara ilegal membuat dan menggunakan catatan elektromagnetik pribadi pada tanggal 20 April.

Dan fakta bahwa China bertujuan untuk mendapatkan informasi rahasia Jepang dengan instruksi secara sistematis dari militernya.

Kalangan cyber Jepang saat ini dalam situasi cukup tegang untuk menjaga dan menghantam balik serangan cyber peretas China tersebut.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved