Tekanan Ekonomi Picu Gejolak di Kalangan Gen Z Pakistan
Lebih dari 60% penduduk Pakistan berusia di bawah 30 tahun, namun justru paling terpukul oleh mahalnya biaya hidup.
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 60 persen penduduk Pakistan berusia di bawah 30 tahun, namun justru paling terpukul oleh pengangguran tinggi, inflasi, dan mahalnya biaya hidup.
- Lapangan kerja terbatas, sehingga jutaan anak muda terjebak menganggur atau bekerja di sektor berproduktivitas rendah.
- Kenaikan harga, kesenjangan sosial, dan minimnya reformasi memicu protes luas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakistan menghadapi krisis yang semakin memburuk di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap generasi muda, yang kini menjadi kelompok demografis terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Lonjakan harga bahan bakar dan biaya utilitas telah memicu kemarahan luas di kalangan anak muda yang merasa kehilangan akses terhadap stabilitas dan masa depan yang layak.
Dikutip dari Hamrakura, Senin (20/4/2026), lebih dari 60 persen populasi Pakistan berusia di bawah 30 tahun, namun kelompok ini justru menjadi yang paling terdampak.
Tingkat pengangguran resmi berada di sekitar 10 persen, tetapi sejumlah ahli memperkirakan angka sebenarnya mendekati 22 persen jika memperhitungkan pengangguran terselubung dan sektor informal.
Anum J. Khan, seorang analis dan pengamat independen yang berbasis di Lahore, mengatakan kepada The Media Line, mengatakan bahwa kelompok yang terhubung secara digital dan sadar sosial ini memasuki masa dewasa di tengah periode ketidakstabilan ekonomi.
Khan mencatat bahwa jalur pendidikan-ke-pekerjaan terputus meski sistem tersebut menghasilkan lulusan dalam jumlah besar.
“Ketidaksesuaian yang terus-menerus antara pelatihan akademis dan kebutuhan pasar tenaga kerja telah membuat banyak anak muda tidak siap menghadapi ekonomi yang digerakkan oleh teknologi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa budaya tempat kerja yang ‘toxic’ dan kesenjangan yang semakin lebar antara usaha dan imbalan telah semakin memperdalam skeptisisme terhadap lembaga-lembaga.
“Kesalahan mendasar adalah menganggap paksaan menghasilkan loyalitas. Generasi Z, dan sekarang Generasi Alpha, tidak akan menanggapi seruan moralistik ketika kenyataan bertentangan dengan mereka,” ungkap Khan
Pasar Tenaga Kerja di Pakistan
Setiap tahun, sekitar 2,2 juta anak muda memasuki pasar tenaga kerja yang hanya tumbuh 2,5–3,5 persen dan mampu menyerap sekitar setengahnya.
Sisanya terjebak dalam pekerjaan berproduktivitas rendah atau menganggur.
Tekanan ekonomi semakin meningkat setelah harga bahan bakar naik hingga Rs55 per liter di tengah ketegangan Timur Tengah.
Dampaknya merambat ke inflasi yang mendorong kenaikan harga makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari hingga sekitar 30 persen.
Di saat yang sama, biaya tetap pada tagihan listrik dan gas membebani rumah tangga, termasuk mereka dengan konsumsi rendah, yang harus membayar hingga Rs350 per bulan. Kondisi ini semakin memperburuk daya beli masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-pakistan-islamabad.jpg)