Breaking News:

Siap Perang di Laut Cina Selatan, Presiden Duterte : Bukan Soal Ikan Tapi Tentang 'Harta Karun'

Peningkatan aktivitas maritim China di Laut Cina Selatan menimbulkan gonjang ganjing di dalam negeri Filipina

SOUTH CHINA MORNING POST
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yeni Hardika

TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA -  Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan pernyataan merespons meningkatnya aktivitas maritim Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Pernyataan Duterte ini dikeluarkan bukan karena peningkatan aksi ‘pencurian’ ikan oleh para nelayan Tiongkok, tapi karena adanya potensi penambangan minyak dan sumber daya lainnya di kawasan yang dipersengketakan itu.

Laut Cina Selatan yang oleh Filipina disebut Laut Filipina Barat diyakini menyimpan ‘harta karun’.

Tidak hanya minyak bumi, tapi juga ada nikel dan batu mulia.

Duterte memperingatkan China untuk tidak pernah melakukan aktivitas pengeboran minyak dan penambangan sumber daya lainnya di sana.

Baca juga: Filipina Cabut Penangguhan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun

Jika China mengebor minyak di perairan yang disengketakan itu, maka ia akan mengirim kapal perang angkatan laut ke sana.

Pernyataan Duterte ini sekaligus menjawab kritikan yang kerap dilontarkan kepadanya.

Ia disebut oposisi bersikap lunak ke Beijing karena dianggap terlalu lunak terhadap aksi nelayan China yang belakangan sering melanggar keputusan arbitrase internasional soal zona ekonomi ekslusif (ZEE) Filipina.

“Saya sekarang tidak begitu tertarik (pada kegiatan) menangkap ikan, saya kira tidak banyak ikan yang perlu diperdebatkan,” kata Rodrigo Duterte dalam pidato publik yang direkam sebelumnya pada Senin malam.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved