Selasa, 2 Juni 2026

Raja Salman Undang Pemimpin Qatar ke Riyadh untuk Normalisasi Hubungan

Riyadh dan sekutunya  di Timur Tengah, termasuk Mesir di Afrika Utara, memutuskan hubungan dengan Qatar pada Juni 2017.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
Manuel Lopez Figueroa
Pemimpin Kerajaan Saudi Arabia Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. 

Sheikh Mohammed menambahkan Doha menemukan kemauan dari pihak lain untuk menyelesaikan krisis.

Rekannya di UEA, Anwar Gargash, mengatakan tuntutan itu menjadi titik negosiasi maksimalis yang dirancang untuk memberikan tekanan pada Doha.

"Ini adalah sesuatu yang selalu kami katakana, 13 tuntutan, pada saat itu, dipertimbangkan, apa yang saya sebut, posisi negosiasi yang maksimal," kata Gargash kepada CNN setelah penandatanganan deklarasi di Arab Saudi.

“Saya pikir yang akan kita bahas hari ini adalah garis besar umum yang pada dasarnya mengatur hubungan antar negara bagian yang merupakan pihak dalam organisasi yang sama.” Katanya.

“Inilah yang saya sebut garis besar umum tentang bagaimana hubungan ini akan berlanjut dan saya pikir kami sangat puas dengan ini dan kami ingin membangunnya,” tambahnya.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menegaskan mereka sepakat menegakkan hubungan bilateral atas dasar persaudaraan.

Pasangan itu berpelukan di depan umum di bandara ketika Emir Qatar tiba. Menjelang KTT GCC saat itu, Kuwait mengumumkan Arab Saudi telah setuju untuk membuka perbatasan darat dan laut dengan Qatar.(Tribunnews.com/Aljazeera/xna)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved