Breaking News:

Macron Tekan Putin agar Redakan Ketegangan dengan Ukraina dan Nyatakan Keprihatinan Soal Navalny

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Vladimir Putin untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina dan serukan keprihatinan soal Alexei Navalny.

EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina.

Pada kesempatan yang sama, Macron juga menyerukan keprihatinan besar mengenaik kondisi kesehatan pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara, Alexei Navalny.

Menurut kantor sang Presiden, dalam percakapan telepon dengan Putin, Macron menegaskan perlunya menghormati "hak-hak fundamental Navalny."

Melansir France24, pada Senin (24/4/2021), Otoritas Rusia memerintahkan kantor Navalny menghentikan kegiatan mereka, sebagi bagian dari pertempuran hukum di tengah tindakan keras besar-besaran.

Baca juga: Macron Ingin Libatkan Arab Saudi, Iran Tolak Nego Ulang Perjanjian Nuklir

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meneriaki tentara Israel saat berkunjung ke gereja di Yerusalem.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meneriaki tentara Israel saat berkunjung ke gereja di Yerusalem. "Tetap tenang!" katanya. (Jacques Witt/SIPA/REX)

Selain Macron, Amerika Serikat juga memperingatkan akan ada "konsekuensi" bagi Moskow jika Navalny tewas di penjara.

Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden Jake Sullivan mengatakan, Gedung Putih telah mengomunikasikan kepada pemerintah Rusia, nasib Navalny ada di tangan Kremlin.

Mereka menambahkan, Moskow akan dimintai pertanggungjawaban oleh komunitas internasional atas kesejahteraannya.

"Dalam hal tindakan khusus yang akan dilakukan, kami melihat berbagai biaya berbeda yang akan dibebankan dan saya tidak akan menyampaikannya kepada publik pada saat ini."

"Namun kami telah mengomunikasikan, akan ada konsekuensi jika Tuan Navalny meninggal," kata Sullivan kepada penyiar CNN AS.

Baca juga: Setelah Presiden Macron Marah, Prancis Percepat Vaksinasi Covid-19 kepada Staf Medis Rumah Sakit

Tangkapan layar ini dari rekaman selebaran yang disediakan oleh kantor pers pengadilan distrik Babushkinsky pada 20 Februari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di dalam sel kaca selama persidangan di Moskow. Lawan Kremlin yang paling menonjol Alexei Navalny menghadapi dua keputusan pengadilan pada hari Sabtu yang dapat menutup putusan hakim untuk memenjarakannya selama beberapa tahun, setelah ia kembali ke Rusia menyusul serangan keracunan.
Tangkapan layar ini dari rekaman selebaran yang disediakan oleh kantor pers pengadilan distrik Babushkinsky pada 20 Februari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di dalam sel kaca selama persidangan di Moskow. Lawan Kremlin yang paling menonjol Alexei Navalny menghadapi dua keputusan pengadilan pada hari Sabtu yang dapat menutup putusan hakim untuk memenjarakannya selama beberapa tahun, setelah ia kembali ke Rusia menyusul serangan keracunan. (Layanan pers pengadilan distrik Babushkinsky Moskow / AFP)

Macron juga mendesak Putin untuk berkomitmen dengan itikad baik dan secara berkelanjutan untuk mengurangi ketegangan dengan Ukraina.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved