Breaking News:

Penanganan Covid

WHO Setujui Vaksin Covid-19 Moderna untuk Penggunaan Darurat

Organisasi Kesehatan Dunia telah mendaftarkan vaksin Covid-19 Moderna untuk penggunaan darurat, pada Jumat (30/4/2021).

Jon Cherry/Getty Images/AFP
LOUISVILLE, KY - 04 JANUARI: Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin kepada pasien di dalam kendaraan mereka selama hari pertama vaksinasi Moderna COVID-19 massal di Broadbent Arena di Kentucky State Fair and Exposition Center pada 4 Januari 2021 di Louisville, Kentucky . Senin menandai hari pertama vaksinasi drive-in massal di negara bagian itu. Petugas kesehatan adalah fokus utama vaksinasi, seperti yang diamanatkan oleh pemerintah federal. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendaftarkan vaksin Covid-19 Moderna untuk penggunaan darurat, pada Jumat (30/4/2021).

Badan kesehatan tersebut mengatakan, pengesahkan vaksin Moderna untuk penggunaan darurat diharapkan dapat mempercepat persetujuan vaksinasi.

"Tujuannya adalah untuk membuat obat-obatan, vaksin dan diagnosa tersedia secepat mungkin untuk mengatasi keadaan darurat," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Melansir Al Jazeera, Asisten Direktur Jenderal WHO, Mariangela Simao mengatakan, penting untuk menyediakan lebih banyak vaksin.

Sebab India telah membatasi ekspor karena krisis infeksi di dalam negeri yang telah membebani sistem kesehatan negara itu.

Baca juga: Bio Farma Melobi 25,2 Juta Dosis Moderna dan Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri

Baca juga: Bio Farma Masih Nego Sinopharm dan Moderna untuk Pasok 25,2 Juta Dosis dalam Vaksinasi Gotong Royong

Seorang petugas kesehatan Honduras menyiapkan dosis vaksin Moderna melawan COVID-19 di Rumah Sakit Maria di Tegucigalpa, pada 25 Februari 2021.
Seorang petugas kesehatan Honduras menyiapkan dosis vaksin Moderna melawan COVID-19 di Rumah Sakit Maria di Tegucigalpa, pada 25 Februari 2021. (Orlando SIERRA / AFP)

Dalam minggu ini, Moderna mengumumkan rencana perluasan jaringan produksinya untuk meningkatkan kapasitas hingga tiga miliar dosis pada 2022.

Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi (SAGE) WHO pada Januari 2021, telah merekomendasikan vaksin Moderna untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas.

Pfizer dan mitranya dari Jerman, BionTech's shot, vaksin mRNA seperti Moderna, adalah vaksin pertama yang mendapatkan daftar penggunaan darurat WHO pada jam-jam terakhir tahun 2020.

Sejak itu, WHO telah menambahkan vaksin dari AstraZeneca-SK Bio, Serum Institute of India dan vaksin Johnson & Johnson ke dalam daftar.

Badan kesehatan PBB masih mempertimbangkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh pabrikan China Sinopharm dan Sinovac setelah peninjauan yang diperpanjang, dengan keputusan akan jatuh tempo pada akhir minggu depan.

Baca juga: Ada Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Bio Farma Mulai Jajaki Vaksin Sinopharm dan Moderna

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved