Sabtu, 30 Agustus 2025

Penanganan Covid

WHO Setujui Vaksin Covid-19 Moderna untuk Penggunaan Darurat

Organisasi Kesehatan Dunia telah mendaftarkan vaksin Covid-19 Moderna untuk penggunaan darurat, pada Jumat (30/4/2021).

Jon Cherry/Getty Images/AFP
LOUISVILLE, KY - 04 JANUARI: Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin kepada pasien di dalam kendaraan mereka selama hari pertama vaksinasi Moderna COVID-19 massal di Broadbent Arena di Kentucky State Fair and Exposition Center pada 4 Januari 2021 di Louisville, Kentucky . Senin menandai hari pertama vaksinasi drive-in massal di negara bagian itu. Petugas kesehatan adalah fokus utama vaksinasi, seperti yang diamanatkan oleh pemerintah federal. 

Anak-anak di bagian studi kedua akan menerima dosis yang dipilih oleh analisis atau suntikan plasebo yang terdiri dari air asin.

Program ini dikembangkan Moderna dengan bekerja sama bersama National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Perusahaan dan institut tersebut juga bekerja sama dalam studi tersebut, bersama dengan Otoritas Penelitian dan Pengembangan Lanjutan Biomedis federal.

Anak-anak tersebut akan dipantau selama setahun, untuk mencari efek samping dan mengukur kadar antibodi yang akan membantu peneliti menentukan apakah vaksin tersebut tampaknya memberikan perlindungan.

Baca juga: Qatar Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Moderna

Kadar antibodi akan menjadi indikator utama, tetapi para peneliti juga akan mencari infeksi virus corona, dengan atau tanpa gejala.

Dr Wohl mengatakan bahwa studi tersebut tampaknya dirancang dengan baik dan kemungkinan besar akan efisien.

Tetapi, dia mempertanyakan mengapa anak-anak hanya diamati selama satu tahun, ketika orang dewasa dalam studi Moderna dipantau selama dua tahun.

Dia juga mengatakan agak terkejut melihat vaksin itu diuji pada anak-anak yang begitu muda secepat ini.

"Haruskah kita belajar dulu apa yang terjadi pada anak-anak yang lebih tua sebelum kita pergi ke anak-anak yang sangat muda?," tanya Dr Wohl.

"Kebanyakan anak kecil tidak menjadi sangat sakit akibat Covid," katanya.

Meskipun , kata Dr Wohl, tak dipungkiri beberapa mengembangkan sindrom peradangan parah yang dapat mengancam nyawa.

Baca juga: Mengenal Vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson, Hanya Butuh Satu Kali Suntikan

Berita lain terkait Penanganan Covid

Berita lain terkait Vaksinasi Covid-19

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan