Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Pfizer dan BioNTech akan Donasikan Vaksin untuk Atlet Olimpiade Tokyo

Pengembang vaksin Pfizer dan BioNTech akan menyumbangkan dosis vaksin COVID untuk menyuntikkan atlet dan ofisial yang bersiap untuk Olimpiade Tokyo.

AFP/PHILIP FONG
Api Olimpiade dipajang di Aquamarine Fukushima di Iwaki di Fukushima. Rabu (25/3/2020). Sehari setelah keputusan bersejarah untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020. - Hajatan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengatur kembali Olimpiade Tokyo setelah keputusan bersejarah untuk menunda acara olahraga terbesar di dunia karena pandemi virus coronavirus COVID-19 yang telah mengunci sepertiga planet ini. (AFP/Philip FONG) 

TRIBUNNEWS.COM - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan pengembang vaksin Pfizer dan BioNTech akan menyumbangkan dosis vaksin COVID untuk menyuntikkan atlet dan ofisial yang bersiap untuk Olimpiade Tokyo, Kamis (6/5/2021).

Pengiriman dosis akan dimulai bulan ini untuk memberi waktu kepada delegasi Olimpiade divaksinasi penuh dengan suntikan kedua sebelum tiba di Tokyo menjelang pertandingan yang dibuka pada 23 Juli.

Dilansir Al Jazeera, ini adalah kesepakatan vaksinasi penting kedua untuk IOC.

Sebuah kesepakatan diumumkan pada bulan Maret antara IOC dan pejabat Olimpiade di China untuk membeli dan mendistribusikan vaksin China sebelum Olimpiade Tokyo dan Olimpiade Musim Dingin Beijing tahun depan.

Baca juga: Komite Penyelenggara Pastikan Olimpiade Tokyo Jepang Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Baca juga: Anggaran Olimpiade Tokyo Jepang Naik 294 Miliar Yen

Api Olimpiade dipajang di Aquamarine Fukushima di Iwaki di Fukushima. Rabu (25/3/2020). Sehari setelah keputusan bersejarah untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020. -  Hajatan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengatur kembali Olimpiade Tokyo setelah keputusan bersejarah untuk menunda acara olahraga terbesar di dunia karena pandemi virus coronavirus COVID-19 yang telah mengunci sepertiga planet ini. (AFP/Philip FONG)
Api Olimpiade dipajang di Aquamarine Fukushima di Iwaki di Fukushima. Rabu (25/3/2020). Sehari setelah keputusan bersejarah untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020. - Hajatan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengatur kembali Olimpiade Tokyo setelah keputusan bersejarah untuk menunda acara olahraga terbesar di dunia karena pandemi virus coronavirus COVID-19 yang telah mengunci sepertiga planet ini. (AFP/Philip FONG) (AFP/PHILIP FONG)

Penawaran baru dari Pfizer memberi IOC cakupan yang lebih luas sebelum Tokyo dan sebagian besar negara belum mengizinkan penggunaan darurat vaksin China.

CEO Pfizer, Albert Bourla, mengatakan bahwa perusahaan “bangga memainkan peran” dalam membantu memvaksinasi atlet dan delegasi Olimpiade.

"Kembalinya Olimpiade dan Paralimpiade mewakili momen monumental persatuan dan perdamaian dunia setelah tahun isolasi dan kehancuran yang melelahkan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan tersebut juga disambut oleh Presiden IOC Thomas Bach, yang telah menyaksikan Olimpiade Tokyo ditunda dari tahun lalu karena pandemi tersebut.

"Kami mengundang para atlet dan delegasi peserta Olimpiade dan Paralimpiade yang akan datang untuk memimpin dengan memberi contoh dan menerima vaksin di mana dan jika memungkinkan," kata Bach dalam sebuah pernyataan.

Diperkirakan akan ada lebih dari 11.000 atlet di pertandingan tersebut.

Baca juga: Profesor Jepang: Vaksin Pfizer dan Moderna mRNA Terbukti Sangat Efektif Mengurangi Pandemi Corona

Baca juga: Januari - Maret 2021 Penjualan Vaksin Pfizer Naik 45 Persen, Jepang Beli 200 Juta Dosis

CEO Pfizer Albert Bourla berbicara selama konferensi pers dengan Presiden Komisi Eropa di Puurs, pada 23 April 2021.
CEO Pfizer Albert Bourla berbicara selama konferensi pers dengan Presiden Komisi Eropa di Puurs, pada 23 April 2021. (JOHN THYS / POOL / AFP)
Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved