Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

AS Gertak Arab Saudi Cs! Tolak Normalisasi dengan Israel, Hubungan Diplomatik Terancam Hancur

AS tekan Arab Saudi Cs akui Israel lewat Abraham Accords. Penolakan disebut bisa berdampak buruk bagi hubungan dengan Washington.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • AS  memperingatkan Arab Saudi dan negara-negara Muslim lain akan menghadapi “konsekuensi berat” jika menolak bergabung dengan Abraham Accords.
  • Donald Trump disebut aktif mendorong negara-negara Timur Tengah untuk membuka hubungan resmi dengan Israel demi menciptakan stabilitas dan perdamaian baru di Timur Tengah.
  • Meski didukung Washington, Abraham Accords masih menghadapi penolakan, 84 persen responden survei Arab Opinion Index menolak normalisasi hubungan dengan Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat kembali memberikan tekanan kepada sejumlah negara Arab agar segera menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui kesepakatan yang dikenal sebagai Abraham Accords.

Pernyataan keras itu disampaikan Senator Partai Republik AS, Lindsey Graham, yang memperingatkan Arab Saudi dan negara-negara Muslim lainnya akan menghadapi “konsekuensi berat” jika menolak bergabung dalam perjanjian tersebut.

Dalam unggahannya di platform X, Graham mengatakan bahwa bergabungnya negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan ke Abraham Accords akan menjadi perubahan besar bagi Timur Tengah dan dunia.

Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai strategi “brilian” yang digagas Donald Trump.

Menurut Graham, normalisasi hubungan dengan Israel dianggap dapat mengakhiri konflik panjang Arab-Israel yang selama puluhan tahun menjadi sumber ketegangan kawasan.

“Kini saatnya bersikap berani demi masa depan Timur Tengah yang baru,” kata Graham dalam pernyataannya.

Namun senator AS itu juga memberikan peringatan keras kepada negara-negara sekutu Washington di Timur Tengah. 

Ia mengatakan penolakan terhadap Abraham Accords dapat berdampak buruk terhadap hubungan mereka dengan Amerika Serikat di masa depan.

Sebelumnya, Donald Trump telah mendorong negara-negara Arab untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bagian dari upaya menciptakan kesepakatan damai baru di Timur Tengah, termasuk dalam pembahasan hubungan dengan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengaku telah berbicara langsung dengan pemimpin negara di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain terkait rencana normalisasi hubungan tersebut.

Trump bahkan mengklaim sebagian besar negara tersebut dinilai sudah siap mendukung kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi jalan baru untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.

Baca juga: Tambah Syarat Baru Terkait Perjanjian Abraham, Trump Buat Perundingan Damai Iran Jadi Tak Menentu

Apa itu Abraham Accords

Adapun rencana normalisasi itu berkaitan dengan perjanjian yang dikenal sebagai Abraham Accords.

Perjanjian ini dibuat sebagai upaya membuka hubungan resmi antara Israel dan negara-negara Arab yang sebelumnya tidak memiliki hubungan diplomatik secara terbuka.

Melalui Abraham Accords, negara-negara peserta didorong membangun kerja sama di berbagai bidang, mulai dari diplomasi, ekonomi, perdagangan, teknologi, hingga keamanan kawasan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved