Breaking News:

Penanganan Covid

Jepang akan Perpanjang Keadaan Darurat Selama Tiga Pekan hingga Akhir Mei 2021

Jepang akan memperpanjang pemberlakuan keadaan darurat pada Jumat (7/5/2021) di Tokyo dan tiga perfektur lainnya sekira tiga pekan hingga akhir Mei.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga di tangga pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Minggu (18/4/2021) sore. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang akan memperpanjang pemberlakuan keadaan darurat pada Jumat (7/5/2021) di Tokyo dan tiga perfektur lainnya sekira tiga pekan hingga akhir Mei 2021.

Melansir Reuters, kebijakan terbaru pemerintah Jepang ini diumumkan sebagai langkah untuk mengekang lonjakan kasus virus corona baru hanya beberapa bulan sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo.

"Pemerintah berharap keadaan darurat akan menahan gelombang keempat infeksi, tetapi kasus baru di Tokyo dan prefektur Osaka masih tinggi," kata Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, yang juga bertanggung jawab atas tindakan pandemi.

Baca juga: 40 Persen Ekspor Vaksin dari Uni Eropa Ternyata Ditujukan ke Jepang

Baca juga: Terungkap, Profesor Korea Ternyata Dapat Dana dari Badan Intelijen untuk Menjelek-jelekkan Jepang

PM Jepang Yoshihide Suga di tangga pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Minggu (18/4/2021) sore.
PM Jepang Yoshihide Suga di tangga pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Minggu (18/4/2021) sore. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Dengan memperpanjang keadaan darurat mulai 11 Mei hingga 31 Mei akan meninggalkan margin kurang dari dua bulan sebelum dimulainya Olimpiade pada 23 Juli mendatang.

"Osaka secara khusus berada dalam situasi yang cukup berbahaya dengan sistem medisnya," kata Nishimura pada Jumat (7/5/2021).

Di awal pertemuan dengan panel ahli medis dan ekonomi, ia mencatat, jenis varian menyebar dengan cepat.

"Kami memiliki rasa bahaya yang kuat bahwa Tokyo bisa segera berubah menjadi situasi yang sama seperti Osaka."

Panel kemudian menyetujui rencana perpanjangan tersebut, kata Nishimura.

Persetujuan resmi pemerintah ditetapkan untuk kemudian hari, dengan Perdana Menteri Yoshihide Suga memberikan konferensi pers pada pukul 19.00 waktu setempat.

Semua tempat tidur rumah sakit untuk pasien kritis di prefektur Osaka sudah terisi.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved