Breaking News:

Krisis Myanmar

Junta Militer Myanmar Labeli Pemerintah Bayangan NUG Sebagai Kelompok Teroris

Penguasa militer Myanmar mencap saingannya, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) sebagai kelompok teroris.

AFP/STR
Demonstran antikudeta militer Myanmar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Penguasa militer Myanmar mencap saingannya, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) sebagai kelompok teroris.

Bahkan junta militer menuding NUG sebagai dalang di balik serangkaian aksi pengeboman, pembakaran, dan pembunuhan.

Pengumuman ini disampaikan junta militer Myanmar melalui media nasional yang dikendalikan pemerintah, pada Sabtu (8/5/2021), seperti dilansir Reuters dan US News, Minggu (9/5/2021).

Militer Myanmar telah merebut kekuasaan sipil pada 1 Februari dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Tuntut Jurnalis Jepang dengan Tuduhan Berita Palsu

Aksi pengeboman dilaporkan terjadi setiap hari dan milisi lokal telah dibentuk untuk menghadapi militer.

Sementara, aksi protes anti-junta militer belum berhenti di seluruh negari di Myanmar.

Begitu pula dengan aksi mogok kerja melawan kudeta militer telah melumpuhkan ekonomi di neara tersebut.

Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang dibentuk politisi pro-demokrasi telah menggambarkan militer sebagai pasukan teroris.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Myanmar Klaim Tembak Jatuh Helikopter Militer

Karena itu, NUG mengumumkan minggu ini, mereka akan membentuk Pasukan Pertahanan Rakyat untuk melawan junta militer.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved