Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.325, Zelenskyy Ingin Trump Raih Nobel Perdamaian

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.325, Presiden Ukraina Zelenskyy ingin Presiden AS Donald Trump meraih Nobel Perdamaian karena upayanya untuk Ukraina.

Facebook Zelenskyy
ZELENSKY TEMUI TRUMP - Foto diambil dari Facebook Zelenskyy, Rabu (24/9/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kiri) berfoto bersama Presiden AS Donald Trump (kanan) setelah keduanya menghadiri pertemuan di PBB, New York pada Selasa (23/9/2025). Pada 9 Oktober 2025, Zelensky berharap Trump mendapat hadiah Nobel Perdamaian. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dengan Ukraina memasuki hari ke-1.325 pada Jumat (10/10/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Perang antara Rusia dan Ukraina berawal dari ketegangan panjang yang telah berlangsung sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Setelah perpecahan tersebut, Rusia menjadi penerus utama Uni Soviet, sementara Ukraina memilih berdiri sebagai negara merdeka.

Sejak saat itu, hubungan keduanya sering diwarnai konflik terkait perbatasan, identitas nasional, serta perbedaan arah politik.

Situasi memanas pada tahun 2014 setelah terjadinya Revolusi Maidan di Ukraina, yang menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych—seorang pemimpin pro-Rusia.

Pemerintahan baru Ukraina kemudian mempererat hubungan dengan negara-negara Barat, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan.

Sebagai tanggapan, Rusia mencaplok wilayah Krimea dan memberikan dukungan kepada kelompok separatis di Donetsk dan Luhansk, yang memicu pertempuran di wilayah Donbas.

Ketegangan tersebut mencapai puncaknya pada Februari 2022, ketika Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Putin mengklaim bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk memberantas kelompok “neo-Nazi” di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, serta mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, yang menurutnya membahayakan keamanan Rusia.

Pada hari Kamis (9/10/2025), militer Ukraina menyerang pabrik pengolahan gas Korobkovsky dan infrastruktur transportasi minyak di wilayah Volgograd, Rusia, semalam. 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menyerang fasilitas pelabuhan dan infrastruktur energi di wilayah Odessa, Ukraina, yang digunakan oleh tentara Ukraina.

Baca juga: Rudal Rusia Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Azerbaijan Airlines, Putin: Gara-gara Drone Ukraina

Pasukan Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota, mengakibatkan pemadaman listrik dan air.

Pada pukul 03.39 waktu setempat, dilaporkan di distrik Desnyanskyi di Kyiv, pecahan rudal atau drone ditemukan di wilayah poliklinik.

Beberapa menit sebelumnya, terdengar ledakan yang dilaporkan di Dnipro, menurut koresponden Suspilne.

23 Anak Ukraina Dievakuasi dari Wilayah Pendudukan

Andriy Yermak, kepala staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, mengumumkan pada Kamis bahwa 23 anak dan remaja Ukraina berhasil dipulangkan dari wilayah yang diduduki Rusia ke wilayah yang berada di bawah kendali Kyiv.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved