Breaking News:

Bentrokan Pecah Lagi di Yerusalem Timur: 14 Warga Palestina Terluka, 4 Dirawat di Rumah Sakit

 Setidaknya 14 warga Palestina terluka dalam bentrokan terbaru dengan polisi Israel di Yerusalem Timur.

Ahmad GHARABLI / AFP
Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM — Setidaknya 14 warga Palestina terluka dalam bentrokan terbaru dengan polisi Israel di Yerusalem Timur.

Hal itu disampaikan Bulan Sabit Merah Palestina, dalam sebuah pernyataan Minggu (10/5/2021) waktu setempat.

Empat dari mereka yang terluka dalam serangan polisi Israel di dekat Gerbang Damaskus dan di lingkungan Sheikh Jarrah dirawat di rumah sakit.

Pernyataan itu menambahkan bahwa polisi Israel menggunakan granat setrum dan peluru karet terhadap warga Palestina.

Seorang profesional kesehatan juga terluka ketika pasukan Israel menargetkan ambulans milik Bulan Sabit Merah Palestina dengan peluru karet dan granat setrum selama bentrokan di lingkungan At-Tur.

Dua wartawan juga termasuk di antara mereka yang terluka selama konflik di dekat Gerbang Damaskus dan di Sheikh Jarrah.

“Banyak warga Palestina yang ditahan oleh polisi,” kata pernyataan itu.

Warga Palestina di Yerusalem dalam beberapa hari terakhir telah memprotes dalam aksi solidaritas dengan penduduk Sheikh Jarrah di tengah serangan oleh polisi Israel.

Krisis ini berasal dari putusan Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur, yang menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka yang mendukung pemukim Israel pada awal tahun ini.

Baca juga: Penggusuran Warga Palestina di Yerusalem Ditunda setelah Bentrok dengan Polisi Israel

Polisi Israel berusaha membubarkan jamaah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa Jumat malam menggunakan granat setrum dan gas air mata. Ratusan warga Palestina terluka dalam serangan itu, yang telah dikutuk di seluruh dunia.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai "Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dua Yahudi pada zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Kota ini menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.(Anadolu)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved