Breaking News:

lebaran 2021

Idul Fitri di Malaysia Dalam Keadaan Lockdown, Siti Dua Kali Gagal Bertemu Orang Tuanya

Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial, termasuk pernikahan, kunjungan rumah, dan jamuan makan dilarang.

MOHD RASFAN / AFP
Seorang pekerja medis yang mengenakan APD melakukan tes di lokasi pengujian Covid-19 di Shah Alam, di Kuala Lumpur, Malaysia pada 17 Februari 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Sebulan yang lalu, Siti Farahani Halim berharap bisa menghabiskan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya di desanya yang terletak di negara bagian Perlis utara, Malaysia.

Perempuan berusia 25 tahun yang tinggal di Kuala Lumpur (KL) dan bekerja sebagai eksekutif urusan perusahaan ini sebelumnya mendengar wacana bahwa pemerintah dapat mencabut pembatasan perjalanan antar negara bagian untuk perayaan Lebaran pada minggu ini.

Baca juga: Malaysia Darurat Covid-19, Rumah Sakit Hampir Kehabisan Ruang ICU 

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (12/5/2021), sejak mulai bekerja di KL pada 2019 lalu, ia memang belum pernah bertemu lagi dengan orang tua dan dua saudara kandungnya.

Karena munculnya pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat negara itu terpaksa menerapkan pembatasan perjalanan selama Hari Raya pada 2020.

Baca juga: Malaysia Mulai Lockdown Hari Ini, Puluhan Ribu WNI Terpaksa Mudik Karena Kehilangan Pekerjaan

Namun kali ini, harapannya untuk bertemu kembali dengan keluarga selama beberapa hari momen Hari Raya pun kembali pupus, saat pemerintah mengumumkan pelarangan kunjungan Hari Raya serta semua perjalanan antar negara bagian dan antar distrik hingga awal Juni mendatang, di tengah meningkatnya kasus infeksi Covid-19.

Perlu diketahui, pada hari Senin lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan diberlakukannya Perintah Pengendalian Gerakan (MCO) atau sistem penguncian (lockdown) nasional lainnya mulai 12 Mei hingga 7 Juni 2021.

Baca juga: Sudah Tak Tahan Menahan Rindu, Atta Halilintar Ingin Segera ke Malaysia Temui Keluarganya

Ini digambarkan oleh Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin sebagai 'langkah drastis untuk mencegah negara terperosok ke dalam bencana kesehatan yang parah'.

Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial, termasuk pernikahan, kunjungan rumah, dan jamuan makan dilarang.

Langkah-langkah baru tersebut diterapkan pada saat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) negara itu sedang berjuang menangani tingginya jumlah pasien Covid-19, dengan beberapa rumah sakit dan unit perawatan intensif mencapai batas maksimum.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved