Senin, 20 April 2026

Cuaca Berubah Ekstrem, Sebagian Peserta Ultramarathon Lintas Negara di China Mengalami Hipotermia

Lomba maraton yang diadakan di Provinsi Gansu, China barat laut berubah menjadi 'pertarungan untuk bertahan hidup' setelah terjadi hujan es.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Gambar oleh LoraPalner dari Pixabay
Ilustrasi hujan es 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, GANSU - Lomba maraton yang diadakan di Provinsi Gansu, China barat laut berubah menjadi 'pertarungan untuk bertahan hidup' setelah hujan es dan angin kencang menghantam arena perlombaan di dataran tinggi hingga menyebabkan 21 orang tewas.

Perlombaan ini dimulai pada Sabtu pagi di Hutan Batu, Sungai Kuning Jingtai yang merupakan sebuah objek wisata populer dan taman seluas sekitar 50 kilometer persegi yang terletak di tenggara Kabupaten Jingtai di Provinsi Gansu.

Sekitar pukul 13.00 pada hari Sabtu waktu setempat, perlombaan ultramarathon lintas negara 100 km (62 mil) ini pun mulai berubah menjadi kacau.

Peserta yang telah mencapai tahapan sejauh 20 hingga 31 kilometer diterjang hujan es dan hembusan angin yang sangat kuat.

Baca juga: 21 Pelari Tewas dalam Lomba Ultramarathon di China karena Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (23/5/2021), perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba ini dilaporkan mengakibatkan hipotermia pada sebagian peserta marathon.

Acara tersebut akhirnya ditunda setelah pihak penyelenggara kehilangan kontak dengan beberapa peserta.

Lebih dari 1.200 orang yang tergabung dalam tim penyelamat telah terlibat dalam pencarian peserta yang hilang ini.

Mesin berat dan beberapa kendaraan pun terlihat bersiaga di lokasi kejadian.

Baca juga: Korut Larang Penggunaan Obat dari China Setelah Ada Pejabatnya yang Meninggal Dunia

Namun upaya pencarian dan evakuasi tersebut terkendala medan berbatu dan cuaca yang buruk.

Parahnya, terjadi longsoran tanah di lokasi itu sesaat setelah suhu turun.

Hal ini semakin mempersulit upaya pencarian.

Baca juga: Khawatir Diintai, China Larang Mobil Tesla Diparkir di Kompleks Pemerintahan

Menurut media China, hingga Minggu pagi, 151 orang telah ditemukan dan dipastikan aman.

Sementara 8 orang sedang dirawat karena mengalami luka ringan.

Perlu diketahui, perlombaan tersebut disponsori cabang Partai Komunis setempat dan pejabat kota.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved