Breaking News:

Korut Larang Penggunaan Obat dari China Setelah Ada Pejabatnya yang Meninggal Dunia

Kim Jong Un dilaporkan melarang obat-obatan buatan China setelah seorang pejabat pemerintah tingkat atas meninggal dunia

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan melarang obat-obatan buatan China di rumah sakit besar di ibu kota negara itu setelah adanya laporan kematian seorang pejabat pemerintah tingkat atas.

Menurut situs berita Daily NK yang dilansir Newsweek, seorang pejabat tingkat tinggi yang merupakan bagian dari birokrasi ekonomi negara itu meninggal awal bulan Mei setelah menerima cocarboxylase.

Obat yang diproduksi di China itu biasanya digunakan untuk mengobati kelelahan.

Pejabat tersebut, yang tidak disebutkan namanya oleh outlet berita, dikabarkan adalah birokrat terpercaya yang telah bekerja di sektor ekonomi Korea Utara sejak negara tersebut diperintah oleh ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il.

Meski begitu, tidak jelas apakah penyebab kematian pejabat itu akibat suntikan cocarboxylase, kata Daily NK.

Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Mengeksekusi Menteri Pendidikan karena Selalu Mengeluh dan Tidak Ada Kemajuan 

Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Sementara itu, Kim Jong Un sudah terlanjur marah setelah mengetahui pejabat itu mungkin meninggal akibat obat dari China, menurut outlet berita tersebut.

Kim Jong Un menanggapi kematian pejabat itu dengan mengungkapkan kesedihan atas hilangnya "pejabat berbakat".

Setelah itu, Kim Jong Un memerintahkan agar produk medis China "dikeluarkan" dari semua rumah sakit besar di Pyongyang, kata Daily NK.

Larangan itu dikatakan juga mencakup semua vaksin COVID-19 buatan China yang sedang diteliti saat ini.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved