Breaking News:

Virus Corona

China: Politisasi Asal-usul Covid-19 Menghambat Penyelidikan

Kedubes China menyebut bahwa mempolitisasi asal-usul Covid-19 akan menghambat penyelidikan lebih lanujut dan merusak upaya global mengekang pandemi.

Hector RETAMAL / AFP
Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang. 

TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar China di Amerika Serikat (AS) angkat bicara setelah Presiden Joe Biden memerintahkan peninjauan laporan intelijen AS tentang bagaimana dan di mana pertama kali virus corona muncul.

Kedubes China menyebut bahwa mempolitisasi asal-usul Covid-19 akan menghambat penyelidikan lebih lanujut dan merusak upaya global dalam mengekang penyebarang pandemi.

"Beberapa kekuatan politik telah terpaku pada manipulasi politik dan (permainan menyalahkan)," kata Kedutaan China di Washington, DC dalam sebuah pernyataan di situsnya pada Rabu malam (26/5/2021).

 Melansir Al Jazeera, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini bersiap untuk memulai studi tahap kedua tentang asal-usul COVID-19.

Sementara, China berada di bawah tekanan agar memberi penyelidik lebih banyak akses di tengah tuduhan bahwa SARS-CoV-2 bocor dari laboratorium penelitian yang ada di kota Wuhan, tempat kasus COVID-19 pertama muncul pada akhir 2019.

China telah berulang kali membantah laboratorium itu bertanggung jawab dan menuduh AS serta negara lain mencoba mengalihkan perhatian dari kegagalan mereka sendiri untuk menahan virus.

Baca juga: Update Corona Global 27 Mei 2021 Siang: India Catat 27,3 Juta Kasus Infeksi Covid

Baca juga: Biden Minta Badan Intelijen Selidiki Asal Usul COVID-19, China: Politisasi akan Hambat Penyelidikan

Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang.
Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang. (Hector RETAMAL / AFP)

Biden mengatakan pada Rabu (26/5/2021) bahwa ada perpecahan di badan intelijen AS tentang asal-usul virus corona, "apakah COVID-19 muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi atau dari kecelakaan laboratorium".

Awal pekan ini, terungkap bahwa agensi AS sedang memeriksa laporan bahwa tiga peneliti di lab Wuhan menjadi sangat sakit pada November 2019 sehingga mereka mencari perawatan di rumah sakit.

"Kami mulai melihat banyak bukti mengalir yang menyatu, belum ada transparansi dari pemerintah China," kata Dr Amesh Adalja, pakar biosekuriti dan penyakit menular yang muncul kepada Al Jazeera.

“Kami mendengar tentang orang-orang yang bekerja di Institut Virologi Wuhan menjadi sakit karena suatu penyakit, kami tahu bahwa ini telah menyebar sejak November (2019)," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved